Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta Tetap Teduh, Isu Global Mulai Sentuh Ekonomi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Istimewa

Harnas.id, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas Ibu Kota di tengah dinamika global yang memanas. Seruan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyusul kabar serangan terhadap Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Pramono Anung ajak warga jaga kondusivitas Jakarta di tengah isu global. Pemprov siapkan antisipasi harga dan program Ramadan hingga Lebaran.“Pasti kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Ini menjadi tugas kita bersama. Saya betul-betul berharap keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama,” ujar Pramono saat menghadiri Safari Ramadan 1447 H bersama ulama dan umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/26).

Menurutnya, konflik global dapat berdampak pada rantai pasok dan harga komoditas, termasuk kebutuhan pokok. Pemerintah daerah karena itu meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan harga serta menyiapkan langkah antisipasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Situasi global tentu bisa berdampak pada kenaikan harga barang. Karena itu, kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan Jakarta tetap stabil,” tuturnya.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, menempatkan kolaborasi sebagai kunci utama menjaga ketenangan kota. Soliditas antara pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk meredam kepanikan sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung rangkaian Jakarta Ramadan Festival yang telah resmi dibuka di Bundaran HI. Kegiatan itu akan berlangsung hingga 31 Maret dan dirancang untuk menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat suasana religius di ruang publik.

“Saya telah membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, 1.300 rebana bersama-sama melantunkan lagu-lagu syiar Islam. Berbagai kegiatan telah dicanangkan dan terus berlanjut hingga Lebaran dengan tema ‘Mudik ke Jakarta’,” ujarnya.

Tema tersebut, kata dia, bukan sekadar slogan, melainkan strategi mengundang perputaran ekonomi tetap berada di Jakarta selama Ramadan. Sejumlah insentif disiapkan, termasuk keringanan pajak bagi pelaku usaha yang berpartisipasi dalam program diskon belanja.

Selain itu, pada momentum Idul Fitri, Pemprov DKI akan menggratiskan layanan transportasi umum seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Kebijakan ini diharapkan membantu mobilitas warga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas saat libur Lebaran.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan fokus Pemprov bukan hanya pada stabilitas sosial, tetapi juga stabilitas ekonomi daerah. Di tengah ketidakpastian global, Jakarta diupayakan tetap bergerak, tenang, dan produktif.

Editor: IJS