
Harnas.id, JAKARTA — Kepolisian RI melalui Operasi Ketupat 2026 merilis kondisi terbaru arus mudik Lebaran. Dalam periode Selasa (17/3) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (18/3) pukul 06.00 WIB, tercatat 173 kejadian kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 orang meninggal dunia, 70 orang mengalami luka berat, dan 505 lainnya luka ringan. Kerugian material akibat insiden tersebut ditaksir menembus lebih dari Rp1 miliar.
Di saat yang sama, arus kendaraan keluar Jakarta menunjukkan lonjakan signifikan. Sekitar 142 ribu kendaraan tercatat melintas melalui empat gerbang tol utama, meningkat hingga 45 persen dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan ini menandai puncak awal pergerakan pemudik yang mulai meninggalkan ibu kota. Untuk mengantisipasi kepadatan, Korlantas Polri telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Salah satunya melalui skema one way sepenggal tahap pertama yang diberlakukan sejak Selasa (17/3) pukul 15.00 WIB. Rekayasa ini mencakup ruas Tol Trans Jawa dari KM 70 Cikampek hingga KM 273 Pejagan–Pemalang.
Hari ini, penerapan one way nasional juga direncanakan diperluas. Jalur satu arah akan diberlakukan dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Sementara itu, kepadatan juga terjadi di jalur penyeberangan. Di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, antrean kendaraan menuju Jawa dilaporkan mencapai sekitar 11 kilometer dari arah Denpasar hingga depan SD 5 Melaya.
Dari arah Singaraja, antrean kendaraan juga terpantau meski lebih pendek, yakni sekitar 100 meter dari Tugu Cekik. Kepadatan ini didominasi kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Untuk mengurai antrean, petugas melakukan sejumlah langkah taktis. Di antaranya percepatan kendaraan prioritas, pengalihan ke Terminal Cargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik, serta optimalisasi buffer zone dengan sistem kanalisasi.
Di dalam pelabuhan, seluruh kantong parkir di dermaga dan terminal dilaporkan telah terisi penuh. Hingga pukul 07.00 WITA, sebanyak 33 kapal beroperasi, dan mulai pukul 08.00 WITA, 23 kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mempercepat sirkulasi.
Polri mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Pengendara diminta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
“Masyarakat diharapkan memanfaatkan rest area untuk beristirahat, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” demikian imbauan dalam laporan Operasi Ketupat.
Selain itu, Polri juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis di kantor kepolisian. Masyarakat diimbau tidak menyalakan petasan karena berisiko terhadap keselamatan dan ketertiban umum.
Untuk kondisi darurat, layanan kepolisian 110 disiagakan selama 24 jam. Polri menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga kelancaran arus mudik tahun ini.
Editor: IJS










