Harnas.id, JAKARTA – Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah di sejumlah wilayah Indonesia diwarnai kejadian bencana hidrometeorologi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa yang terjadi dalam periode 21 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Di Jawa Barat, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Cianjur. Dampaknya, lima desa di empat kecamatan terdampak, dengan sekitar 18 kepala keluarga dan 18 unit rumah mengalami kerusakan. Penanganan difokuskan pada pembersihan pohon tumbang dan perbaikan atap rumah warga.

Masih di Jawa Barat, banjir juga terjadi di Kota Depok, tepatnya di Kelurahan Mekarsari dan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Sekitar 685 kepala keluarga terdampak, dengan 17 jiwa dari enam keluarga harus mengungsi. Sebanyak 691 rumah dilaporkan terdampak, meski kondisi banjir saat ini mulai berangsur surut.
Di Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Mojokerto dan berdampak cukup luas. Tercatat sekitar 275 jiwa mengungsi, 146 rumah terdampak, serta satu tanggul jebol. Selain itu, lebih dari 20 hektare lahan persawahan dan tiga akses jalan turut terdampak, terutama di Desa Kertosari dan Jumenang.
Sementara itu, di Maluku, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat. Sekitar 177 kepala keluarga terdampak di Desa Buano Utara dan Desa Piru, dengan jumlah rumah terdampak yang sama. Kondisi genangan air di wilayah tersebut saat ini dilaporkan mulai surut.
BNPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal di tengah momentum Lebaran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan bahwa potensi bencana masih perlu diwaspadai. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca, membersihkan saluran drainase, serta menghindari aktivitas di sekitar lereng curam, bantaran sungai, dan pohon besar saat hujan deras. Selain itu, kesiapan rencana evakuasi keluarga juga menjadi hal yang penting diperhatikan.
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik, BNPB mengingatkan agar memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. Pemudik juga diminta memantau kondisi cuaca dan jalur perjalanan serta tidak memaksakan diri saat cuaca ekstrem.
Langkah antisipasi lain seperti menyiapkan perlengkapan darurat dan mengikuti arahan petugas di lapangan dinilai penting untuk meminimalkan risiko selama perjalanan. BNPB bersama pemerintah daerah terus memastikan kesiapsiagaan masyarakat tetap terjaga selama periode Lebaran.
Catatan Redaksi: Berita ini bersumber dari siaran pers yang diterima redaksi dan telah disunting oleh Harnas.id.











