ITS Buka Jalur SNBT 2026, Kuota Naik dan Lokasi UTBK Kini Berbasis Kota

Sekretaris Panitia SNPMB 2026 Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom memaparkan secara daring aturan pelaksanaan UTBK 2026 dalam Sosialisasi SNBT-UTBK ITS 2026. Foto: Humas ITS
Sekretaris Panitia SNPMB 2026 Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom memaparkan secara daring aturan pelaksanaan UTBK 2026 dalam Sosialisasi SNBT-UTBK ITS 2026. Foto: Humas ITS

Harnas.id, SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuka peluang bagi calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026. Sosialisasi dilakukan secara daring untuk memberikan gambaran teknis pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kepada peserta.

Sekretaris Panitia SNPMB 2026, Bekti Cahyo Hidayanto, menjelaskan bahwa pendaftaran SNBT telah dibuka sejak 25 Maret dan akan berlangsung hingga 7 April mendatang. Jalur ini disebut memiliki peluang cukup besar karena kuota penerimaan minimal mencapai 30 persen dari total penerimaan mahasiswa baru di ITS.

“Hal ini belum termasuk jalur mandiri yang kebijakannya akan ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN),” ujarnya.

Bekti juga mengungkapkan adanya perubahan dalam sistem pemilihan lokasi UTBK tahun ini. Jika sebelumnya peserta memilih lokasi berdasarkan perguruan tinggi, kini pemilihan dilakukan berdasarkan kota.

Ia menyebutkan terdapat 80 kota sebagai pilihan lokasi ujian dengan 74 pusat UTBK PTN. Penentuan lokasi kampus tempat ujian akan diatur oleh panitia berdasarkan titik koordinat peserta.

“Nantinya lokasi PTN akan ditentukan dari kami (panitia) dengan mempertimbangkan titik koordinat,” jelasnya.

Dari sisi materi, UTBK SNBT 2026 masih mengacu pada pola sebelumnya. Terdapat tujuh subtes yang terbagi dalam tes potensi skolastik dan tes literasi, dengan total waktu pengerjaan selama 195 menit.

Bekti menambahkan, pada tes literasi bahasa Indonesia, soal akan mencakup bacaan dengan konteks sains dan teknologi serta sosial humaniora. Selain itu, sistem penilaian akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh peserta.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Nurul Widiastuti, menekankan pentingnya kesiapan mental selain akademik. Ia mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, termasuk doa dan restu orang tua.

Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menyampaikan bahwa ITS tetap menjadi salah satu kampus yang diminati. Berdasarkan pemeringkatan THE World University Rankings, ITS berada di posisi ketiga terbaik nasional.

Tahun ini ITS membuka 46 program studi dari delapan fakultas. Jumlah penerimaan mahasiswa baru juga meningkat dari 6.900 menjadi 7.035 orang atau naik sekitar 3,63 persen.

Nani mengimbau calon peserta untuk mengakses informasi dari sumber resmi. Website dan media sosial perguruan tinggi dinilai menjadi rujukan utama agar tidak terjadi kesalahan informasi.

“Situs website dan media sosial PTN dapat menjadi pertimbangan dalam mendapatkan informasi,” ungkapnya.

Dari sisi kesiapan teknis, ITS juga meningkatkan kapasitas fasilitas UTBK. Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso, menyebut jumlah laboratorium komputer bertambah dari 45 menjadi 49 unit.

Dengan kapasitas tersebut, ITS mampu menampung hingga 1.047 peserta dalam satu sesi. Selama 13 sesi pelaksanaan dalam tujuh hari, total kapasitas mencapai 13.611 peserta.

Ia memastikan kesiapan sistem pendukung telah disiapkan secara matang, termasuk tiga server utama yang memenuhi standar nasional. Simulasi dan uji coba juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kendala teknis.

“Dua hari ke depan juga akan dilakukan uji coba serentak secara nasional untuk memastikan keseluruhan sistem,” tuturnya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya ITS dalam mendukung akses pendidikan yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan target pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor pendidikan berkualitas.

ITS berharap calon mahasiswa dapat memanfaatkan seluruh jalur yang tersedia. Kesempatan yang terbuka diharapkan tidak terlewat oleh peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Editor: IJS