
Harnas.id, BOGOR – Dengan tema “Year of Koi Combat”, Indonesia Japan Koi Dealer (IJKD) 2026-2027 resmi diluncurkan di Belanova Sentul, Sabtu (18/4/2026). Event bergengsi ini menjadi wadah pertemuan sekaligus ajang unjuk kualitas bagi para pelaku industri dan pecinta koi dari dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 25 dealer dipastikan ambil bagian dalam musim ini. Seluruh peserta, baik pemain lama maupun pendatang baru, menyatakan kesiapan untuk bersaing dalam kontes yang dikenal sebagai salah satu tolok ukur kualitas koi di Indonesia.
Yamagen Koi Center sebagai pendatang baru memastikan kesiapannya dan telah menyelesaikan proses pendaftaran untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi hingga puncak acara pada November.
Ketua panitia IJKD, Arinda Casni, menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ekosistem industri koi di Indonesia. Menurutnya, sejak awal IJKD dirancang untuk mendorong pertumbuhan industri dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari breeder hingga dealer.

Dari sisi teknis, Arinda menyebut tidak ada perubahan signifikan dalam sistem kompetisi tahun ini. Kategori masih berfokus pada Gosanke—Kohaku, Sanke, dan Showa—dan tetap mempertahankan klasifikasi usia seperti tosai dan nisai. Meski demikian, panitia melakukan evaluasi pada aspek sizing guna meningkatkan kualitas ikan yang tampil di arena kontes.
“Fokusnya lebih ke kualitas, supaya ikan-ikan yang tampil benar-benar yang terbaik,” jelasnya.
Perhelatan IJKD 2026-2027 turut mendapat dukungan dari Mega Jumbo Indonesia yang hadir sebagai sponsor utama. Marketing Manager Mega Jumbo, Ivo Tandhi, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya tidak hanya berfokus pada branding, tetapi juga pada pengembangan ekosistem koi secara menyeluruh.
Menurutnya, dukungan yang diberikan mulai dari penguatan digital marketing, penyediaan pakan, hingga pengembangan produk seperti vitamin.
“Kami ingin ekosistem koi ini terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ikan Koi Indonesia, Soralokita, menyoroti pentingnya sinergi antar pelaku industri dalam mendorong kemajuan bersama. Ia menegaskan, kolaborasi menjadi kunci agar seluruh elemen dalam ekosistem koi dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin tumbuh bersama dan besar bersama,” katanya.
Sementara, Sugiyarto Budiono dari Jakarta Koi Center, menyoroti pentingnya konsistensi dalam membangun industri, dengan mencontoh Jepang.
“Kalau kita konsisten, ekosistem itu akan terbentuk. Dampaknya bukan hanya ke dealer, tapi juga breeder dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Salah satunya, Ko Aseng peserta asal Singapura yang menilai ajang ini tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi, tetapi juga nuansa kekeluargaan.
Ia mengaku tetap membawa target tersendiri meski suasana yang dibangun terasa hangat.
“Kita ikut karena suasananya, tapi tentu ada target yang ingin dicapai,” ujarnya.
Di sisi lain, Vicky Begeng dari 2Brothers Koi memandang IJKD sebagai momentum untuk mendorong peningkatan kualitas koi. Ia Mengatakan, kompetisi tidak semata soal hasil akhir, melainkan bagaimana setiap peserta mampu menghadirkan kualitas terbaik.
“Bukan hanya menang atau kalah, tapi bagaimana kualitas koi terus berkembang,” katanya.
Pengalaman kurang optimal dalam dua musim terakhir menjadi pelajaran bagi salah satu dealer. Kini, mereka mengaku telah melakukan pembenahan dan siap tampil lebih maksimal di kompetisi tahun ini.
IJKD merupakan event tahunan yang konsisten digelar dengan semangat kemandirian. Meski demikian, kerja sama dengan pemerintah tetap dinilai penting, terutama dalam mendukung aspek regulasi industri koi.
“Meski mandiri, kami tetap menjalin kerja sama dengan pemerintah terkait regulasi,” ujar Sugiyarto.
Selain kontes, rangkaian acara juga mencakup pameran, sosialisasi breeder, hingga lelang koi yang melibatkan dealer dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Year of Koi Combat”, IJKD 2026-2027 diharapkan mampu menjadi pendorong perkembangan industri koi nasional agar semakin siap bersaing di pasar internasional.
Editor: IJS










