Harnas.id, BOGOR – Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Bogor turun langsung membersihkan kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti siswa dari SMKN 1 Kota Bogor dan SMPN 12 Kota Bogor, bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Aksi korve ini tidak sekadar kegiatan bersih-bersih biasa. Para pelajar juga membawa pesan penting terkait gaya hidup minim sampah atau zero waste kepada warga dan pengunjung taman.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan karung sampah berhasil dikumpulkan. Jenis sampah yang ditemukan cukup beragam, mulai dari puntung rokok, tusuk sate, hingga plastik bekas.
Salah satu siswa SMKN 1 Kota Bogor, Rizki, mengaku bangga bisa terlibat langsung bersama kepala daerah. Ia menilai kehadiran wali kota di lapangan memberikan contoh nyata bagi masyarakat.
“Ini aksi nyata dari wali kota, dan kita pelajar pun antusias. Ini juga memberikan pesan bahwa pemimpinnya saja peduli turun langsung, masa kita sebagai warga tidak? Makanya, kita harus terus menebarkan semangat cinta lingkungan dan peduli kebersihan,” ujarnya.
Rizki juga menyebut bahwa konsep zero waste sebenarnya sudah mulai diterapkan di lingkungan sekolahnya. Hal ini menjadi dasar bagi para pelajar untuk lebih sadar terhadap pengelolaan sampah.
Hal serupa disampaikan oleh Ria, siswi SMKN 1 Kota Bogor. Ia mengungkapkan kondisi sampah di area taman masih menjadi perhatian, terutama yang berpotensi membahayakan.
“Itu sangat tidak indah, kan? Merusak tanah juga, seperti puntung rokok. Nah, tusuk sate ini bahaya kalau ada anak-anak lari-lari,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mengurangi sampah. Ia menjelaskan bahwa di sekolahnya sudah tidak lagi tersedia tempat sampah umum sebagai bagian dari edukasi tanggung jawab pribadi.
“Karena sekarang di sekolah saja tidak ada lagi tempat sampah, jadi sampah yang kita produksi itu tanggung jawab kita. Makanya, setiap habis jajan, sampah dipilah dan kita bawa pulang. Jika yang bisa didaur ulang, bisa diberikan kepada pemulung,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, para pelajar juga aktif mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Edukasi dilakukan secara langsung dengan pendekatan sederhana namun relevan.
Sementara itu, Dedie Rachim memberikan apresiasi kepada para pelajar yang terlibat. Ia juga memberikan penghargaan kepada peserta yang paling aktif dan berhasil mengumpulkan sampah terbanyak.
Kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif. Tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga perubahan pola pikir terhadap pengelolaan sampah di ruang publik.
Dengan keterlibatan generasi muda, diharapkan pesan zero waste dapat lebih cepat diterima masyarakat. Taman Heulang pun diharapkan menjadi contoh ruang publik yang lebih bersih dan tertata.
Editor: IJS











