Harnas.id, JAKARTA – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk mengangkat isu pemberdayaan perempuan ke level yang lebih konkret. Melalui acara “Srikandi Pertiwi: Perempuan Berdaya, Memimpin, Berdampak, Menginspirasi”, BRI menegaskan komitmennya dalam membuka ruang lebih luas bagi perempuan di dunia kerja dan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Selasa (21/4/2026), ini tidak hanya bersifat simbolik. BRI mencoba mengemas peringatan Kartini dengan pendekatan yang lebih aplikatif, mulai dari penguatan kapasitas hingga peluang ekonomi bagi perempuan.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, SEVP Human Capital Strategy Steven Augustino Yudiyantho, serta figur publik Dian Sastrowardoyo. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan perspektif lintas sektor dalam membahas peran perempuan masa kini.
Beragam aktivitas interaktif turut meramaikan agenda, seperti Bloom Like Kartini, Beauty Class, hingga Womenpreneur Bazaar. Talkshow inspiratif juga menjadi sorotan utama dengan pembahasan seputar mindset perempuan berdaya, kepemimpinan, serta upaya menembus berbagai batasan.
Viviana menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan. Ia menilai, perempuan saat ini memiliki posisi yang semakin strategis di berbagai sektor.
“Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, perempuan Indonesia saat ini memiliki peran yang semakin signifikan di berbagai sektor. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif, serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Viviana.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas perempuan tidak cukup hanya melalui wacana. Dibutuhkan ruang aktualisasi yang mampu mendorong kepercayaan diri serta keberanian mengambil peran penting.
Melalui inisiatif ini, BRI juga menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan yang berintegritas. Perempuan didorong tidak hanya berdaya secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Salah satu bagian yang cukup menonjol adalah Womenpreneur Bazaar. Kegiatan ini menghadirkan produk-produk kreatif dari pelaku usaha perempuan binaan BRI, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Langkah ini menunjukkan pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi. BRI mencoba menghubungkan pemberdayaan dengan pertumbuhan bisnis berbasis komunitas.
Selain aspek ekonomi, BRI juga menyisipkan isu keberlanjutan dalam rangkaian acara. Melalui program BRI Peduli Showcase, peserta diajak terlibat dalam instalasi urban farming dan aksi donasi berbasis partisipasi.
Setiap pesan dukungan yang ditulis peserta dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp250 ribu untuk program lingkungan. Skema ini menjadi cara sederhana namun terukur dalam menghubungkan partisipasi publik dengan dampak nyata.
Sebagai penutup, BRI juga menghadirkan program cashback melalui aplikasi BRImo. Nasabah mendapatkan cashback Rp21 ribu untuk transaksi minimal Rp50 ribu, sebagai bagian dari dorongan adopsi layanan digital.
Kombinasi antara pemberdayaan, ekonomi, dan digitalisasi ini menunjukkan arah strategi BRI yang lebih menyeluruh. Peringatan Kartini pun tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi titik masuk untuk mendorong perubahan yang lebih luas.
Editor: IJS











