May Day Jakarta, Prabowo Angkat Peran Buruh dalam Perjalanan Politiknya

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat peringatan Hari Buruh di Monas Jakarta. Foto: YouTube Setpres
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat peringatan Hari Buruh di Monas Jakarta. Foto: YouTube Setpres

Harnas.id, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas dukungan kaum buruh saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5). Ia mengaku kehadirannya di tengah massa buruh menjadi momen penting sekaligus bentuk penghormatan terhadap kelompok pekerja.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, dan nelayan, menjadi faktor utama dalam perjalanan politiknya hingga terpilih sebagai Presiden RI. Ia menyebut, kepercayaan tersebut menjadi dasar komitmennya dalam memimpin pemerintahan.

“Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir hari ini bersama kalian. Ini kehormatan bagi saya, terima kasih, saya merasa bahwa kaum buruh selalu mendukung saya sekian kali dan saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kaum pekerja seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa mandat yang ia emban saat ini akan diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Ia menyatakan pemerintah yang dipimpinnya memiliki tekad untuk terus berpihak pada masyarakat, khususnya mereka yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

“Itu adalah tugas saya, tugas pemerintah yang saya pimpin dan itu tekad kami. Kami tak akan gentar, tak akan menyerah, tak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah langkah kebijakan yang telah diambil pemerintah dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, arah kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan dan keberpihakan kepada kelompok pekerja, termasuk buruh.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengumumkan rencana peresmian Museum Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. Ia menyebut, pendirian museum ini menjadi bagian dari upaya menghormati sejarah gerakan buruh nasional.

“Kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo Nganjuk Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh yang diberi nama ‘Museum Marsinah’,” kata Prabowo.

Rencana tersebut menegaskan upaya pemerintah untuk menghadirkan pengakuan historis terhadap tokoh dan perjuangan buruh. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi pesan bahwa isu ketenagakerjaan tetap menjadi perhatian dalam agenda kebijakan nasional.

Editor: IJS