Survei IDM: Kepercayaan ke Polri Naik 79,2 Persen, Program Pangan Ikut Disorot

Markas Besar Polri di Jakarta. Foto: Polri
Markas Besar Polri di Jakarta. Foto: Polri

Harnas.id, JAKARTA – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Hasilnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tercatat mencapai 79,2 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 7 hingga 20 April 2026 terhadap 1.580 responden di 34 provinsi. IDM menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka langsung kepada responden.

Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, mengatakan angka tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri dalam beberapa waktu terakhir.

“Hasil survei kinerja Polri ini juga memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi Rohman kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

Dalam survei itu, IDM juga menyoroti keterlibatan Polri dalam sejumlah program strategis pemerintah. Salah satunya program ketahanan pangan yang menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebanyak 52,3 persen responden mengaku mengetahui adanya peran Polri dalam program ketahanan pangan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 78,7 persen responden menyatakan mengapresiasi keterlibatan Polri.

“Salah satunya, membantu mewujudkan swasembada pangan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Dedi.

Tak hanya soal pangan, survei juga menyoroti keterlibatan Polri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini mendapat perhatian publik karena menyasar kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Sebanyak 83,8 persen responden menyatakan mengapresiasi keterlibatan Polri dalam pengawasan mutu pangan dan distribusi program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Polri dinilai berhasil meningkatkan citra humanis melalui pengawasan mutu pangan (Security food) dan distribusi yang tertib, terutama melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ungkapnya.

Selain mengukur tingkat kepercayaan, IDM juga memotret persepsi masyarakat terhadap situasi keamanan dan pelayanan publik Polri. Hasilnya, mayoritas responden mengaku merasa aman beraktivitas pada malam hari.

Sebanyak 88,7 persen responden menyatakan merasa aman berjalan di luar rumah saat malam hari. Angka tersebut disebut menjadi salah satu indikator persepsi keamanan masyarakat terhadap kondisi nasional.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik Polri tercatat mencapai 81,2 persen. Untuk aspek penegakan hukum, tingkat kepuasan publik berada di angka 75,1 persen.

Sedangkan kepuasan terhadap pengawasan internal di tubuh Polri tercatat sebesar 76,7 persen. IDM menilai hasil tersebut menunjukkan masih adanya ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pengawasan internal institusi kepolisian.

Dalam survei yang sama, IDM juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 80,7 persen.

Kepuasan itu terutama berkaitan dengan sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, program MBG, stabilitas ketersediaan BBM dan pangan, hingga kondisi keamanan nasional.

Dedi menambahkan, survei dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen. Menurutnya, metode wawancara langsung dipilih untuk menjaga kualitas dan validitas data yang diperoleh di lapangan.

Editor: IJS