
Harnas.id, JAKARTA – Telkomsel kembali menjalankan program pengembangan talenta digital IndonesiaNEXT yang kini memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan. Program Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut tahun ini mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges” dengan fokus pada penguatan kemampuan generasi muda menghadapi industri berbasis Artificial Intelligence (AI).
Salah satu rangkaian roadshow IndonesiaNEXT digelar di BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026. Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri digital dengan kesiapan mahasiswa melalui pembelajaran yang lebih aplikatif, relevan, dan sesuai perkembangan teknologi masa depan.
Memasuki satu dekade pelaksanaannya, IndonesiaNEXT menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis peran. Peserta dibina sesuai minat dan kompetensinya sebagai Hustler atau Project Manager, Hipster atau UI/UX Designer, serta Hacker atau Programmer.
Pengembangan kemampuan peserta dilakukan secara bertahap melalui berbagai program, mulai dari Tech-Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy. Model tersebut dinilai menjadi upaya Telkomsel membangun talenta digital yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan industri secara langsung.
Untuk memperkuat kurikulum, Telkomsel menghadirkan empat pengembangan utama dalam program IndonesiaNEXT tahun ini, yakni:
- Hackathon
Tantangan bagi peserta untuk menyelesaikan persoalan digital secara kreatif berbasis teknologi. - Role-Oriented Tutoring
Sesi praktik langsung agar peserta merasakan pola kerja nyata sesuai bidang karier yang dipilih. - Career Coaching
Pendampingan persiapan karier dengan akses terhadap jaringan industri dan peluang kerja. - 1-on-1 Mentoring
Pendampingan intensif bersama praktisi industri guna mempercepat penguasaan keterampilan peserta.
General Manager Mobile Consumer Business Region Eastern Jabotabek Telkomsel, Abdi J. Putra, mengatakan wilayah Jabotabek, termasuk Bekasi, memiliki pertumbuhan industri digital dan talenta muda yang sangat dinamis. Karena itu, Telkomsel menilai penguatan kompetensi berbasis AI menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
“Program ini kami rancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten dan terarah,” ujar Abdi.
Menurutnya, IndonesiaNEXT tidak hanya menargetkan peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong peserta agar mampu berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital nasional.
Pelaksanaan IndonesiaNEXT tahun ke-10 juga berlangsung di tengah tingginya kebutuhan industri terhadap talenta digital berbasis AI. Berdasarkan data industri, Indonesia masih membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahun. Sementara itu, sekitar 70 persen perusahaan disebut telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnisnya.
Di sisi lain, integrasi pembelajaran AI di perguruan tinggi dinilai masih terbatas. Kondisi tersebut membuat kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan muda masih cukup besar.
IndonesiaNEXT tahun ini dirancang untuk menyeleksi peserta terbaik berdasarkan peran masing-masing melalui tahapan sertifikasi, tantangan inovasi, hingga pengembangan kompetensi berkelanjutan. Pada tahap akhir, peserta terbaik akan memperoleh predikat The Best Hustler, The Best Hipster, The Best Hacker, hingga The Team with The Most Innovative Solution.
Roadshow IndonesiaNEXT Goes to Campus sendiri dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 April 2026, dilanjutkan Universitas Gadjah Mada pada 30 April 2026, BINUS University Bekasi pada 7 Mei 2026, dan berikutnya dijadwalkan hadir di Universitas Brawijaya pada 12 Mei 2026.
Abdi menambahkan, Telkomsel ingin memastikan IndonesiaNEXT tetap relevan dengan perkembangan industri digital yang bergerak cepat. Menurutnya, pengalaman belajar yang menyeluruh menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan talenta muda menghadapi perubahan teknologi.
“Dari penguatan kompetensi AI hingga kesiapan karier, kami berharap talenta muda Indonesia mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang,” katanya.
Sejak pertama kali digelar, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96 ribu mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Selain itu, lebih dari 9 ribu peserta telah memperoleh sertifikasi berstandar industri sebagai bagian dari penguatan kompetensi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pendaftaran IndonesiaNEXT tahun ke-10 dibuka hingga 31 Mei 2026 melalui platform online resmi Telkomsel.
Editor: IJS










