
Harnas.id, BOGOR — Gelombang kritik dari mahasiswa kembali mengemuka di lingkungan IPB University. Koalisi Mahasiswa IPB menyoroti kondisi kampus yang dinilai mengalami ketimpangan antara kenaikan biaya pendidikan dengan kualitas fasilitas yang diterima mahasiswa di lapangan.
Mahasiswa menilai kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus terjadi setiap tahun tidak sejalan dengan kondisi infrastruktur kampus yang justru banyak mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas dasar seperti gedung hingga toilet di Kampus Dramaga dan Baranangsiang disebut berada dalam kondisi memprihatinkan.
Ketua Koalisi Mahasiswa IPB, Khairul, menyebut arah kebijakan kampus di bawah kepemimpinan Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mulai bergeser dari fokus utama pendidikan tinggi. Kritik itu muncul setelah rektorat mengumumkan rencana pembangunan lebih dari dua unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor pada awal Mei 2026.
Program tersebut disiapkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun di sisi lain, mahasiswa memandang langkah tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru terkait orientasi institusi pendidikan.
“Meskipun dibungkus dengan narasi kontribusi nasional, kami melihat ada pergeseran fokus institusi yang semakin jauh dari kebutuhan akademik mahasiswa,” ujar Khairul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2026).
Koalisi Mahasiswa IPB menilai rektorat terlalu agresif mengarahkan sumber daya kampus pada proyek-proyek yang dianggap memiliki orientasi bisnis. Mereka menilai pengembangan dapur SPPG berpotensi menggeser peran kampus dari institusi akademik menjadi penyedia jasa operasional program pemerintah.
Rektor IPB sebelumnya menyampaikan bahwa konsep SPPG merupakan bagian dari ekosistem terintegrasi yang melibatkan petani lokal. Namun mahasiswa justru menilai langkah tersebut berpotensi mengalihkan energi institusi dari penguatan riset dan pendidikan menuju kepentingan komersial.
“Kami memandang bahwa orientasi rektorat saat ini telah bergeser jauh dari esensi akademis dan semangat inovasi para pendahulu,” kata Khairul.
Menurutnya, persoalan yang paling dirasakan mahasiswa saat ini justru menyangkut kebutuhan dasar di lingkungan kampus. Ia menyebut banyak fasilitas yang dinilai tidak mendapatkan perhatian serius di tengah meningkatnya beban biaya pendidikan.
“Sekarang IPB telah dikomersialisasi secara agresif tanpa memedulikan beban ekonomi mahasiswa,” tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti potensi penggunaan mahasiswa dalam skema experiential learning yang dikaitkan dengan proyek SPPG. Mereka khawatir konsep tersebut hanya menjadi pintu masuk pemanfaatan tenaga mahasiswa untuk kepentingan operasional tanpa manfaat akademik yang jelas.
Selain itu, pembangunan dapur industri di area kampus dinilai berpotensi mengurangi ruang terbuka hijau serta mempersempit ruang interaksi sosial mahasiswa yang selama ini sudah terbatas.
Dalam pernyataannya, Koalisi Mahasiswa IPB bahkan memberikan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan rektor saat ini. Mereka menyebut minimnya inovasi yang dirasakan langsung oleh sivitas akademika membuat kepercayaan mahasiswa terhadap arah kebijakan kampus mulai menurun.
Mahasiswa juga menilai sejumlah capaian yang selama ini dipublikasikan lebih banyak merupakan kelanjutan fondasi yang dibangun pimpinan sebelumnya. Sementara persoalan kesejahteraan mahasiswa dan kualitas fasilitas kampus dianggap belum terselesaikan.
Koalisi Mahasiswa IPB mendesak pihak rektorat untuk menghentikan komersialisasi pendidikan melalui proyek SPPG dan kembali memprioritaskan pemenuhan hak akademik mahasiswa.
“Kami mendesak Rektor Alim Setiawan dan jajaran untuk mengembalikan fokus institusi pada pemenuhan hak-hak akademis mahasiswa,” ujar Khairul.
Mahasiswa juga menuntut restorasi fasilitas kampus secara menyeluruh, mulai dari renovasi toilet, perbaikan gedung, hingga peningkatan kualitas sarana penunjang pendidikan lainnya.
Selain itu, mahasiswa meminta pimpinan kampus membuka ruang dialog yang lebih luas agar suara mahasiswa benar-benar didengar dalam pengambilan kebijakan strategis kampus.
Koalisi juga meminta rektor memahami kondisi riil yang dihadapi mahasiswa di tengah tingginya biaya pendidikan dan tuntutan akademik yang terus meningkat.
Sebagai informasi, Koalisi Mahasiswa IPB terdiri atas Suar Agraria IPB, Barikade Mahasiswa Pertanian IPB, Persatuan Keluarga Besar Ormawa IPB, serta Koalisi Mahasiswa Peduli Kampus dari Pelecehan Seksual.
Editor: IJS










