Harnas.id, BANDUNG – Universitas Padjadjaran kembali menambah daftar capaian internasionalnya. Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 yang dirilis pada Rabu, 24 Juni 2026, Unpad berhasil menembus 100 besar dunia dengan menempati peringkat ke-100 dunia, sekaligus duduk di peringkat ke-5 nasional.
Capaian ini menempatkan Unpad dalam jajaran perguruan tinggi dunia yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Di level nasional, hasil tersebut juga mempertegas posisi Unpad sebagai salah satu kampus Indonesia yang cukup konsisten mengaitkan pendidikan tinggi dengan isu keberlanjutan, tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga dalam praktik kelembagaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemeringkatan ini sebelumnya dikenal sebagai THE Impact Rankings. Berbeda dari pemeringkatan perguruan tinggi yang hanya menitikberatkan reputasi akademik, riset, atau sitasi, THE Sustainability Impact Ratings secara khusus mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Artinya, yang dinilai bukan semata nama besar kampus atau jumlah publikasi ilmiah, tetapi sejauh mana perguruan tinggi mampu menghadirkan dampak terhadap persoalan-persoalan riil, mulai dari ketahanan pangan, kesetaraan gender, pengelolaan air bersih, tata kelola institusi, hingga kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Di titik ini, capaian Unpad menjadi menarik karena menunjukkan bahwa kampus tidak lagi hanya dinilai dari apa yang terjadi di ruang kuliah, tetapi juga dari jejak dampaknya terhadap masyarakat.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dan mitra yang selama ini terlibat dalam penguatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Unpad.
“Syukur Alhamdulillah capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh sivitas akademika, serta para mitra yang selama ini berkolaborasi dengan Unpad dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. THE Impact Ratings menjadi salah satu indikator yang menunjukkan sejauh mana kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami memandang capaian ini sebagai motivasi untuk terus memperkuat peran Unpad dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujar Arief.
Pada edisi tahun 2026, THE mengevaluasi 1.646 universitas dari 116 negara dan wilayah. Penilaian dilakukan melalui 17 tabel SDGs serta satu pemeringkatan keseluruhan (overall ranking). Dalam persaingan yang cukup padat itu, Unpad membukukan skor keseluruhan 89,3 dan menempatkan diri di posisi #100 dunia.
Angka tersebut tidak sekadar menjadi simbol prestasi di atas kertas. Bagi Unpad, skor itu merefleksikan konsistensi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan dalam satu kerangka keberlanjutan. Dengan kata lain, isu SDGs tidak hanya ditempatkan sebagai jargon institusi, tetapi sudah menjadi bagian dari arah pengembangan kampus.
Dalam pemeringkatan tahun ini, performa terbaik Unpad tercermin pada sejumlah indikator SDGs yang mendapat skor tinggi. Beberapa capaian utama Unpad meliputi:
- SDG 2: Zero Hunger – skor 86,1
- SDG 6: Clean Water and Sanitation – skor 84,1
- SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions – skor 80,1
- SDG 17: Partnerships for the Goals – skor 90,1
Capaian pada SDG 2: Zero Hunger menunjukkan kontribusi Unpad dalam mendukung isu ketahanan pangan dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan. Di tengah tantangan global soal krisis pangan, perubahan iklim, dan ketahanan produksi, indikator ini menjadi penting karena menunjukkan bagaimana perguruan tinggi ikut berperan dalam menjawab persoalan pangan secara ilmiah maupun sosial.
Sementara pada SDG 6: Clean Water and Sanitation, skor yang diperoleh menggambarkan komitmen Unpad terhadap pengelolaan sumber daya air dan sanitasi yang berkelanjutan. Isu ini bukan perkara kecil, mengingat air bersih dan sanitasi merupakan salah satu tantangan besar pembangunan, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Di sektor tata kelola, Unpad juga mencatat skor tinggi pada SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Capaian ini mencerminkan peran universitas dalam membangun nilai-nilai tata kelola yang baik, keadilan, serta penguatan institusi yang inklusif dan akuntabel. Dalam konteks kampus, indikator ini relevan karena menyentuh dimensi etika, transparansi, budaya kelembagaan, hingga kontribusi akademik terhadap isu kebijakan publik.
Adapun skor tertinggi Unpad muncul pada SDG 17: Partnerships for the Goals dengan nilai 90,1. Angka ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Unpad dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun agenda pembangunan yang berkelanjutan.
Bagi perguruan tinggi, kolaborasi memang menjadi kunci. Kampus tidak bisa berjalan sendirian jika ingin memberi dampak nyata. Kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga internasional, dan masyarakat sipil menjadi bagian penting agar pengetahuan yang dihasilkan kampus tidak berhenti di jurnal atau seminar, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Selain skor keseluruhan dan performa per indikator, capaian Unpad juga terlihat menonjol dalam pemeringkatan dunia pada sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, Unpad berhasil masuk 50 besar dunia pada empat indikator SDGs, yakni:
- SDG 2: Zero Hunger – peringkat 18 dunia
- SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions – peringkat 42 dunia
- SDG 5: Gender Equality – peringkat 43 dunia
- SDG 6: Clean Water and Sanitation – peringkat 44 dunia
Masuknya Unpad ke jajaran 50 besar dunia di empat indikator tersebut menjadi catatan penting. Ini menunjukkan bahwa performa Unpad bukan hanya stabil di level umum, tetapi juga cukup menonjol pada bidang-bidang tertentu yang berkaitan langsung dengan isu sosial, tata kelola, kesetaraan, dan keberlanjutan sumber daya.
Di tingkat nasional, capaian Unpad juga cukup kompetitif. Dalam pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings 2026, Unpad menempati posisi berikut:
- Peringkat pertama nasional pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities
- Peringkat kedua nasional pada SDG 7: Affordable and Clean Energy
- Peringkat ketiga nasional pada SDG 2
- Peringkat ketiga nasional pada SDG 16
- Peringkat ketiga nasional pada SDG 17: Partnerships for the Goals
Rangkaian capaian ini memberi gambaran bahwa kekuatan Unpad tidak bertumpu pada satu isu saja. Kampus ini tampak membangun performa keberlanjutan secara cukup merata, mulai dari isu pangan, energi, tata kelola, kemitraan, hingga kota dan komunitas berkelanjutan. Pola semacam ini penting, karena pembangunan berkelanjutan memang tidak bisa dibaca sebagai isu tunggal, melainkan rangkaian agenda yang saling berkaitan.
Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Yudi Ahmad Faisal, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa dampak Unpad tidak hanya terlihat dari kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga dari kontribusi langsung kampus dalam menjawab tantangan nasional dan global.
“Keberhasilan menembus Top 100 dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026 semakin memperkuat komitmen Unpad untuk menjadi perguruan tinggi bereputasi dunia yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Yudi.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: dalam peta pendidikan tinggi saat ini, reputasi kampus tak lagi cukup dibangun dari label unggulan, akreditasi, atau capaian akademik internal. Kampus dituntut menunjukkan relevansi sosialnya—apakah risetnya menjawab masalah publik, apakah pengabdiannya menyentuh masyarakat, dan apakah tata kelolanya sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Dalam konteks itulah capaian Unpad di THE Sustainability Impact Ratings 2026 layak dibaca lebih dari sekadar kabar pemeringkatan. Ia menjadi penanda bahwa perguruan tinggi Indonesia punya ruang untuk tampil di panggung global bukan hanya karena nama, tetapi karena dampak yang bisa diukur.
Bagi Unpad, posisi 100 besar dunia ini tentu bukan garis akhir. Namun setidaknya, capaian tersebut memberi legitimasi bahwa arah yang dibangun kampus—menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian, dan tata kelola keberlanjutan—mulai mendapat pengakuan yang lebih luas di level internasional.
Editor: IJS










