
Harnas.id, DEPOK – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 menorehkan catatan baru dalam sejarah penyelenggaraannya. Sebanyak 1.424 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, menjadikannya sebagai edisi dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali digelar.
Rekor tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), saat menutup Kejurnas Judo Piala Kasad XVI di GOR Kartika, Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (28/6/2026).
Menurut Maruli, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang terus meningkat terhadap olahraga judo di Tanah Air. Selain dari sisi kuantitas, ia juga melihat adanya perkembangan kualitas teknik bertanding yang ditunjukkan para atlet selama kompetisi berlangsung.
“Hari ini kita penutupan Kejurnas Judo Kasad Cup, pada pelaksanaan tahun ini mungkin rekor untuk atlet (peserta) ada 1.424 atlet yang bertanding, kita juga melihat banyak sekali peningkatan teknik, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Kasad.
Ia menegaskan Kejurnas Judo Piala Kasad tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan dan evaluasi kemampuan atlet. Dari kejuaraan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama daerah, satuan, hingga Indonesia di level internasional.
Kasad juga berharap hasil kejuaraan dimanfaatkan secara maksimal sebagai dasar pemetaan kemampuan atlet dan penyusunan program pembinaan yang lebih terarah. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Karena itu, hasil kejuaraan ini hendaknya tidak berhenti sebagai catatan prestasi semata, tetapi harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi, pemetaan kemampuan, dan dasar pembinaan atlet secara lebih terarah, berkelanjutan, dan profesional,” harapnya.
Selama empat hari pelaksanaan, Kejurnas berlangsung dengan persaingan yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Ajang ini sekaligus menjadi bukti komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi nasional.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Jenderal PB PJSI, Regina Lefrandt Vega. Ia menilai konsistensi TNI AD, khususnya Kasad, menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan atlet judo di Indonesia.
Pada kategori umum, Kontingen DKI Jakarta tampil sebagai juara umum setelah mengoleksi 26 medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu. Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan delapan medali emas, 16 medali perak, dan 19 medali perunggu, sedangkan Bali berada di peringkat ketiga dengan raihan delapan medali emas, 10 medali perak, dan 17 medali perunggu.
Sementara pada kategori TNI-Polri, Polda Bali keluar sebagai Juara Umum I. Posisi berikutnya ditempati Bareskrim Polri sebagai Juara Umum II dan Paspampres sebagai Juara Umum III.
Selain menjadi ajang kompetisi nasional, Kejurnas Judo Piala Kasad XVI Tahun 2026 juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet menuju Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang. Sejumlah atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Indonesia menggunakan kejuaraan ini sebagai bagian dari persiapan sebelum menjalani pemusatan latihan dan mengikuti agenda internasional lainnya.
Pada penutupan kejuaraan, Kasad turut menyerahkan penghargaan Patriot Judo kepada M.B. Hutagalung, Pergiwati Rava, AKBP (Purn.) Ali Mursal Harahap, Prawoko, dan Alexander Harry Wira. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun serta mengembangkan olahraga judo di Indonesia.
Editor: IJS










