Mahasiswa IBI Kesatuan Bogor Unjuk Kualitas di Forum Internasional, Sabet Best Paper dan Best Presenter di ICEMAI 2026

Delegasi mahasiswa IBI Kesatuan Bogor menerima penghargaan pada ajang International Conference on Economics, Management, Accounting, and Innovation (ICEMAI) 2026 di Lumajang. Foto: Harnas.id
Delegasi mahasiswa IBI Kesatuan Bogor menerima penghargaan pada ajang International Conference on Economics, Management, Accounting, and Innovation (ICEMAI) 2026 di Lumajang. Foto: Harnas.id

Harnas.id, LUMAJANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor di tingkat internasional. Delegasi kampus tersebut berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Best Paper dan Best Presenter dalam ajang International Conference on Economics, Management, Accounting, and Innovation (ICEMAI) 2026 yang berlangsung di ITB Widya Gama Lumajang, Rabu (8/7/2026).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa IBI Kesatuan mampu bersaing dalam forum akademik internasional melalui riset dan presentasi ilmiah yang berkualitas. Penghargaan yang diraih juga mempertegas komitmen kampus dalam mendorong budaya penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas akademik mahasiswa.

Penghargaan Best Paper diraih melalui karya ilmiah berjudul “The Role of Digital Literacy and Digital Finance on the Profitability of Micro, Small, and Medium Enterprises in Bogor City: The Moderating Role of Digital Adoption and Local Community Support.” Penelitian tersebut mengangkat isu literasi digital dan keuangan digital dalam mendukung profitabilitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bogor.

Salah satu penulis penelitian, Choirussolihah, mahasiswi Program Magister Manajemen IBI Kesatuan, menjelaskan bahwa naskah tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sebelumnya untuk mengikuti program hibah penelitian. Namun setelah belum berhasil lolos pada skema hibah, tim memutuskan mengembangkan penelitian tersebut untuk dipresentasikan dalam ICEMAI 2026.

“Persiapannya sebenarnya sudah ada dari paper hibah sebelumnya. Karena belum lolos, kami melihat ada peluang di ICEMAI 2026 Lumajang untuk mengikuti konferensi internasional sekaligus publikasi ilmiah. Dari draft hibah itu kami menyesuaikan kembali dengan format penyelenggara ICEMAI,” ujar Choirussolihah.

Menurutnya, proses persiapan dilakukan secara intensif menjelang pelaksanaan konferensi. Tim fokus memperdalam substansi penelitian, menyusun materi presentasi yang sistematis, serta menyiapkan tampilan presentasi agar lebih mudah dipahami oleh peserta dan dewan penilai.

Mahasiswa lainnya, Fadliy Husaini, mengatakan bahwa penguasaan materi menjadi faktor utama dalam menghadapi presentasi di forum akademik internasional. Selain memahami isi penelitian, ia juga melakukan pengulangan materi secara berkala untuk meningkatkan kepercayaan diri saat tampil di hadapan peserta konferensi.

“Saya mempersiapkan materi dengan memahami konsep penelitian secara mendalam dan membaca berulang-ulang agar saat presentasi lebih mudah diingat dan disampaikan dengan percaya diri,” kata Fadliy.

Selain penghargaan Best Paper, delegasi IBI Kesatuan juga berhasil meraih penghargaan Best Presenter melalui Febriana Indah Lestari, mahasiswi Program Magister Akuntansi. Menariknya, penghargaan tersebut diraih melalui presentasi yang dilakukan secara daring atau online.

Sementara sebagian besar delegasi IBI Kesatuan mengikuti konferensi secara langsung di kampus ITB Widya Gama Lumajang, Febriana berhasil menunjukkan kualitas presentasi yang kompetitif meski mengikuti kegiatan dari lokasi berbeda.

Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ICEMAI 2026 menjadi pencapaian penting bagi IBI Kesatuan. Selain menunjukkan kualitas akademik mahasiswa, prestasi tersebut juga memperkuat posisi kampus dalam mendukung pengembangan riset dan publikasi ilmiah di bidang ekonomi, manajemen, akuntansi, dan inovasi.

Partisipasi mahasiswa dalam konferensi internasional juga menjadi bagian dari upaya kampus membangun ekosistem akademik yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa aktif berkontribusi dalam forum ilmiah global.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian, publikasi, serta keterampilan presentasi ilmiah sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: IJS