
Harnas.id, BOGOR – Kelompok seni Angklung Srikandi Bogor Baru menutup rangkaian penampilannya dalam program Kultura Sunda Ngariung di Kebun Raya Bogor, Sabtu (11/7/2026). Penampilan tersebut menjadi penutup dari keterlibatan mereka yang selama hampir satu bulan rutin menghibur pengunjung setiap akhir pekan.

Pada penampilan terakhir tersebut, para pemain membawakan lebih banyak lagu dibandingkan pertunjukan sebelumnya. Antusiasme pengunjung yang hadir membuat suasana panggung budaya di kawasan Kebun Raya Bogor berlangsung hangat dan meriah.
Pelatih Angklung Srikandi Bogor Baru, Ilham Banyu Setia, mengatakan kelompoknya telah tampil secara reguler selama kurang lebih satu bulan dalam program budaya tersebut.
“Ini yang terakhir ya, setelah kita satu bulan kurang lebih. Satu bulan ini reguler setiap hari Sabtu kita tampil di sini dan hari ini hari terakhir di Kultura,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, pada penampilan penutup tersebut para pemain membawakan sekitar 10 lagu. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan penampilan sebelumnya sebagai bentuk apresiasi kepada penonton yang hadir.
“Tadi lebih banyak dari biasanya, ada sekitar 10 lagu karena ini penampilan terakhir,” katanya.
Meski rangkaian penampilan di Kultura Sunda Ngariung Kebun Raya Bogor telah berakhir, aktivitas kelompok seni tersebut masih akan berlanjut. Dalam waktu dekat, Angklung Srikandi Bogor Baru dijadwalkan kembali tampil di Jakarta.
Ilham menyebut kelompoknya akan mengisi acara peluncuran buku yang digelar di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 24 Juli 2026.
“Untuk persiapan perform berikutnya, kami akan tampil tanggal 24 Juli 2026 di Taman Ismail Marzuki, tepatnya di perpustakaan. Ada acara launching buku dan kami tampil di sana,” jelasnya.
Perwakilan Angklung Srikandi Bogor Baru, Indria Prawitasari, menjelaskan bahwa kelompoknya akan tampil dalam sebuah acara peluncuran buku dari lima tokoh jurnalis perempuan Indonesia. Dalam keterangannya, ia menyebut nama Ani Idrus dan Herawati Diah sebagai bagian dari tokoh jurnalis perempuan yang terkait dengan tema buku tersebut.
Sementara itu, Bendahara Angklung Srikandi Bogor Baru, Indra Kumala, menegaskan bahwa semangat melestarikan budaya menjadi alasan utama kelompok tersebut terus aktif tampil di berbagai kesempatan.
Menurutnya, setiap pertunjukan selalu dipersiapkan dengan serius, mulai dari latihan hingga penguasaan notasi lagu yang akan dimainkan.
“Kita tetap semangat, tetap ceria dan bahagia melestarikan budaya, terutama budaya Sunda. Kalau mau tampil, persiapannya harus matang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para pemain tidak hanya menghafal lagu yang akan dibawakan, tetapi juga memahami notasi dan pola permainan masing-masing sehingga dapat tampil kompak di atas panggung.
Lebih jauh, Indra Kumala mengajak generasi muda untuk tidak melupakan budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya populer dari luar negeri.

Menurutnya, mengenal budaya global bukanlah hal yang salah. Namun, generasi muda tetap perlu memahami dan mencintai warisan budaya bangsa sendiri sebagai bagian dari identitas yang harus dijaga.
“Soal budaya itu kita tidak pernah malu. Budaya sudah ada sejak kita lahir dan tugas kita adalah melestarikan serta menyampaikannya kepada generasi berikutnya. Anak-anak sekarang boleh mengenal budaya luar, tapi tetap harus mengenal budayanya sendiri,” tuturnya.
Melalui penampilan rutin di ruang publik seperti Kebun Raya Bogor, Angklung Srikandi Bogor Baru berharap kesenian tradisional Sunda dapat terus dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus menarik minat generasi muda untuk ikut menjaga keberlangsungannya di masa depan.
Editor: US










