
Harnas.id, BOGOR – Temuan 74 kilogram emas batangan dan uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah dari sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Namun di balik terbukanya ruang penyimpanan yang menyimpan aset fantastis tersebut, terdapat sosok yang tak banyak disorot, yakni Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi.
Nama Roy mulai dikenal setelah video proses pembukaan brankas yang ia tangani beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kunci itu terlihat membantu aparat membuka sistem pengamanan yang disebut memiliki spesifikasi tinggi dan tidak mudah diakses oleh orang awam.
Roy mengungkapkan, dirinya mendapat panggilan dari aparat kepolisian untuk datang ke lokasi penggeledahan. Saat itu, ia hanya diminta membantu membuka akses menuju ruang yang terkunci tanpa mengetahui apa yang tersimpan di baliknya.
Menurut Roy, sesampainya di lokasi ia mendapati bahwa objek yang harus dibuka bukanlah brankas konvensional seperti yang umum digunakan untuk menyimpan dokumen atau barang berharga. Yang dihadapinya justru sebuah pintu baja yang menjadi akses menuju ruangan tersembunyi di dalam bangunan tersebut.
“Itu pintu, bukan brankas biasa. Di belakangnya ada ruangan,” ujar Roy saat menceritakan proses yang ia jalani.
Keterangan tersebut memberikan gambaran bahwa sistem penyimpanan yang digunakan memang dirancang berbeda dari brankas pada umumnya. Bukan hanya sebuah kotak penyimpanan, melainkan sebuah ruang khusus yang diamankan dengan lapisan perlindungan tambahan.
Roy menjelaskan, pintu tersebut dilengkapi mekanisme penguncian yang tergolong kompleks. Sistem keamanan yang digunakan memadukan kombinasi putar dan kunci manual, ditambah konstruksi baja berlapis yang membuat proses pembukaan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Menurut pengalamannya sebagai ahli kunci, model pengamanan seperti itu lazim digunakan untuk menyimpan aset bernilai tinggi. Karena itu, pembukaan akses harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak sistem maupun isi yang berada di dalamnya.
Meski memiliki tingkat keamanan yang tinggi, Roy mengaku dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu relatif singkat. Berbekal pengalaman bertahun-tahun dan peralatan yang biasa digunakan dalam pekerjaannya, pintu baja tersebut berhasil dibuka dalam waktu sekitar 15 menit.
Setelah akses terbuka, barulah terlihat sejumlah koper tersimpan di dalam ruangan tersebut. Namun Roy menegaskan dirinya tidak ikut melakukan pemeriksaan terhadap isi ruangan.
Ia mengaku hanya melihat beberapa koper dari luar sebelum seluruh lokasi kemudian ditangani oleh tim penyidik yang bertugas melakukan pengamanan dan pendataan barang bukti.
Belakangan, aparat mengungkap bahwa ruangan tersebut menyimpan tujuh koper yang berisi 74 kilogram emas batangan, mata uang asing berupa dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta uang tunai rupiah. Nilai keseluruhan temuan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp476 miliar.
Temuan itu kemudian menjadi salah satu barang bukti penting dalam rangkaian penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum. Besarnya nilai aset yang ditemukan membuat kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Di tengah fokus publik terhadap jumlah emas dan uang yang ditemukan, keberadaan Roy menghadirkan sisi lain dari peristiwa tersebut. Ia bukan bagian dari tim penyidik maupun pihak yang menangani perkara, tetapi keahliannya menjadi faktor penting yang memungkinkan akses menuju ruangan rahasia itu akhirnya terbuka.
Kisah Roy juga menunjukkan bahwa dalam setiap pengungkapan kasus besar, terdapat peran-peran teknis yang sering kali luput dari sorotan. Keahlian yang selama ini dijalani sebagai pekerjaan sehari-hari ternyata dapat menjadi bagian penting dalam proses terbukanya fakta di balik sebuah penyelidikan.
Tanpa akses yang berhasil dibuka, isi ruangan tersebut mungkin tidak akan segera diketahui. Karena itu, meski bekerja di balik layar, kontribusi tenaga ahli seperti Roy menjadi salah satu mata rantai penting dalam proses pengungkapan temuan bernilai fantastis di Sentul tersebut.
Editor: IJS










