
Harnas.id, LOMBOK TENGAH – Pembalap Indonesia Wahyu Nugroho menatap putaran Asia Road Racing Championship (ARRC) di Sirkuit Internasional Mandalika dengan motivasi tinggi. Balapan di depan publik sendiri menjadi kesempatan yang ingin dimanfaatkannya untuk meraih kemenangan perdana di kelas yang saat ini ia jalani.
Wahyu mengaku perjalanan menuju hasil terbaik tidaklah mudah. Meski telah beberapa kali menunjukkan performa kompetitif, kemenangan pertama masih menjadi target yang terus dikejarnya sejak awal musim.
“Perjalanan saya di kelas ini memang panjang. Meraih kemenangan pertama adalah sesuatu yang selalu saya perjuangkan tanpa henti. Kembali ke tanah air memberi saya motivasi ekstra, dan saya mengerahkan segalanya untuk akhirnya mencapai terobosan itu,” ujar Wahyu.
Sirkuit Mandalika sendiri menyimpan kenangan manis bagi pembalap Tanah Air tersebut. Pada putaran keempat musim lalu, ia tampil impresif dengan merebut pole position dan menunjukkan kecepatan yang mampu bersaing di barisan depan.
Namun, menurut Wahyu, mengulang performa tersebut bukan perkara mudah. Ia mengungkapkan musim ini tim masih berupaya memahami karakter motor yang mengalami sejumlah perubahan sehingga membutuhkan penyesuaian teknis.
“Tahun lalu, semuanya berjalan sempurna. Saya memiliki pengaturan dan timing yang ideal. Musim ini menghadirkan beberapa tantangan tak terduga dengan perilaku motor yang masih kami upayakan untuk sepenuhnya pahami. Namun, tim saya yang berdedikasi dan saya bekerja tanpa lelah untuk menyelesaikan masalah ini, dan saya yakin kami dapat menemukan kecepatan yang kuat itu lagi,” katanya.
Mandalika juga meninggalkan pengalaman emosional bagi Wahyu. Pada musim lalu ia berhasil finis di posisi kedua pada Race 1, namun gagal menyelesaikan Race 2 setelah mengalami insiden akibat tabrakan dari belakang.
Meski demikian, pembalap tersebut memilih menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk tampil lebih baik musim ini.
“Sangat berat mengakhiri akhir pekan tahun lalu dengan insiden setelah awal yang begitu kuat. Tetapi kekecewaan itu justru semakin memicu tekad saya. Kami mengambil semua kerja keras dan pelajaran dari masa lalu dan menerapkannya sekarang untuk memastikan kami menyelesaikan musim dengan lebih kuat,” ungkapnya.
Kepercayaan diri Wahyu juga meningkat setelah meraih kemenangan pada Race 1 Mandalika Racing Series (MRS) kelas 600cc beberapa waktu lalu. Hasil tersebut dinilainya menjadi modal positif menghadapi persaingan di ARRC.
“Saya sangat bersyukur atas hasil di MRS beberapa minggu yang lalu. Itu adalah akhir pekan yang tak terlupakan. Berdiri di podium teratas di sini memberi saya dorongan besar, dan saya menggunakan energi positif itu sebagai amunisi untuk akhir pekan ARRC mendatang,” ujarnya.
Persaingan di kelas SS600 diperkirakan kembali berlangsung ketat. Wahyu menyebut sejumlah rival seperti Kasma, Herjun, hingga rekan setimnya Faerozi terus menunjukkan peningkatan performa sepanjang musim.
Meski demikian, ia mengaku tidak ingin terlalu memikirkan kekuatan para pesaing. Fokus utamanya adalah meningkatkan performa diri dan memaksimalkan potensi yang dimiliki bersama tim.
“Grid dipenuhi oleh pembalap yang sangat cepat. Alih-alih teralihkan, fokus saya tetap sepenuhnya pada performa saya sendiri. Saya berkonsentrasi untuk meningkatkan batas kemampuan saya sendiri,” jelasnya.
Menjelang balapan di kandang sendiri, Wahyu juga mengaku tidak ingin terbebani ekspektasi tinggi dari para pendukung. Baginya, dukungan publik Indonesia justru menjadi energi tambahan untuk tampil maksimal di lintasan.
“Terlepas dari di mana kami balapan, saya tetap menjaga pola pikir saya konsisten. Saya memfokuskan energi saya pada persiapan saya sendiri, tim saya, keluarga saya, dan mengambil inspirasi dari semua dukungan positif di sekitar saya. Penonton tuan rumah sangat luar biasa, dan saya memilih untuk menyalurkan energi itu ke dalam fokus daripada membiarkannya menjadi tekanan,” pungkas Wahyu.
Editor: IJS










