HUT ke-12 RSUD Kota Bogor, Dedie Rachim Minta Pelayanan Makin Profesional

Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menghadiri peringatan HUT ke-12 RSUD Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat menghadiri peringatan HUT ke-12 RSUD Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor memasuki usia ke-12. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Bogor untuk kembali mengingatkan jajaran rumah sakit agar menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri upacara kesiapsiagaan sekaligus peringatan hari jadi ke-12 RSUD Kota Bogor di Lapangan Gedung Radiologi RSUD Kota Bogor, Jumat (7/8/2026).

Dedie menilai RSUD Kota Bogor memiliki posisi penting karena menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjaga komitmen pelayanan dengan mengedepankan profesionalisme dan kepedulian terhadap pasien.

“Bangga melayani dengan hati, artinya sudah menjadi komitmen dari kita semua bahwa RSUD Kota Bogor ini adalah ujung tombak dari upaya kita memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ucap Dedie Rachim.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD Kota Bogor yang selama ini melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan manajemen pelayanan dan menekan risiko dalam operasional rumah sakit. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah ikut membangun dan mengembangkan RSUD Kota Bogor.

Meski demikian, Dedie menyebut masih terdapat sejumlah aspek manajemen yang perlu dibenahi berdasarkan hasil evaluasi. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bagian dari proses agar pelayanan rumah sakit dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepada jajaran direksi yang kini dipimpin Sri Nowo Retno, Dedie mengapresiasi sejumlah perubahan yang telah terlihat dalam tujuh bulan terakhir. Ia menyebut perbaikan dari sisi manajemen mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah perbaikan dari sisi manajemen juga sudah terlihat ya, perbaikan-perbaikannya,” ungkap Dedie Rachim.

Dedie kemudian meminta seluruh unsur RSUD Kota Bogor, mulai dari manajemen hingga tenaga kesehatan, ikut mendukung proses pembenahan tersebut. Langkah itu dinilai penting agar pengelolaan rumah sakit semakin baik dan beban operasional pada masa mendatang dapat ditekan.

Usai upacara, Dedie juga berkeliling melihat sejumlah fasilitas rumah sakit. Ia menilai RSUD Kota Bogor yang kini berstatus rumah sakit tipe A telah memiliki fasilitas, tenaga dokter, serta komite medik yang memadai, meski masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan peningkatan.

Salah satu perhatian Dedie adalah cakupan pasien RSUD Kota Bogor yang tidak hanya berasal dari Kota Bogor. Bahkan, menurut dia, hampir 60 persen pasien saat ini berasal dari luar wilayah Kota Bogor.

“Dan yang pasti begini, rumah sakit ini kan sekarang bukan hanya melayani warga Kota Bogor saja, tapi dari warga luar Kota Bogor mungkin jumlahnya hampir 60 persen sekarang. Jadi mau tidak mau, ya kita harus meningkatkan profesionalisme. Jadi yang namanya pasien harus diterima dengan langkah yang lebih profesional,” ucap Dedie.

Sejalan dengan pembenahan pelayanan, RSUD Kota Bogor di bawah jajaran direksi baru juga meluncurkan layanan call center 24 jam. Layanan tersebut terhubung dengan layanan kegawatdaruratan Kota Bogor dan dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan kebutuhan terkait pelayanan rumah sakit.

Masyarakat dapat menghubungi call center RSUD Kota Bogor melalui 0251-8312292 atau WhatsApp 081110077781.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, keberadaan call center tersebut ditujukan untuk mempercepat respons rumah sakit terhadap masyarakat. Layanan itu antara lain menangani pertanyaan mengenai informasi rumah sakit, jadwal dokter, ketersediaan kamar hingga keluhan terkait pelayanan.

“Jadi setiap pertanyaan bisa langsung direspon. Jadi ada masukan yang ditujukan kepada rumah sakit bahwa sebelumnya itu mungkin slow response, jadi dengan call center ini bisa cepat direspon,” ujar Sri Nowo Retno.

Menurut Sri, komitmen memberikan pelayanan dengan hati tidak hanya diterapkan dalam aktivitas pelayanan di dalam rumah sakit. RSUD Kota Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk menjalankan upaya promotif dan preventif, baik di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat.

Kerja sama tersebut juga mencakup perhatian terhadap masyarakat yang mengalami kendala pembiayaan layanan kesehatan. Mayoritas pasien RSUD Kota Bogor merupakan peserta BPJS, namun rumah sakit tetap berupaya membantu masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan atau menghadapi persoalan pembiayaan.

“Kita bekerja sama atau bersinergi koordinasi dengan Dinkes. Jadi kalau pelayanannya kan mayoritas pasien BPJS, tapi tentu yang tidak punya BPJS atau yang perlu masyarakat yang belum mempunyai jaminan, kita bantu, ya. Kita bantu pasien-pasien dalam hal kesulitan pembiayaan. Tapi dari sisi edukasi dan sosialisasi kesehatan juga terus kita gencarkan,” ungkapnya.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Kota Bogor juga dituntut melakukan pengelolaan secara berkelanjutan. Perbaikan manajemen menjadi bagian penting agar operasional rumah sakit tetap berjalan sekaligus mampu menjaga kualitas pelayanan.

Sri menegaskan orientasi utama RSUD Kota Bogor bukan mengejar keuntungan. Pengelolaan rumah sakit diarahkan untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat kembali digunakan bagi peningkatan kualitas layanan masyarakat.

“Karena pelayanan pengabdian masyarakat itu jadi utama kita,” tegasnya.

Dengan memasuki usia ke-12, RSUD Kota Bogor kini menghadapi tuntutan pelayanan yang semakin luas. Jumlah pasien dari luar daerah, kebutuhan respons cepat, serta pembenahan manajemen menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kualitas layanan kesehatan.

Editor: IJS