TNI AD Bangun Jembatan 15,3 Meter di Bogor, Akses Warga Kini Lebih Terhubung

Peresmian Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak sepanjang 15,3 meter di Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor
Peresmian Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak sepanjang 15,3 meter di Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR — Pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat kembali dilakukan TNI Angkatan Darat (AD) di Kota Bogor. Kali ini, TNI AD bersama masyarakat membangun jembatan sepanjang 15,3 meter yang menghubungkan akses warga di wilayah RW 03, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak tersebut menjadi salah satu lokasi dalam kegiatan launching serentak pembangunan jembatan dan sumur bor di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan itu disaksikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap intensitas pembangunan jembatan dan sumur bor yang dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat berbagai infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi antara aparat dan masyarakat.

“Bahwa Bangsa Indonesia itu bangsa yang bersatu. Bangsa yang gotong royong. Bangsa yang mampu menggali kekuatan kita sendiri, yang bekerja sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kebaikan rakyat,” kata Presiden dalam sambutannya.

Menurut Prabowo, kehadiran TNI dan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Ia menilai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga hadir dalam persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

“Saudara-saudara telah berinisiatif sebelum sesungguhnya saya memberikan instruksi. Ini bukti TNI adalah tentara rakyat, bukti bahwa Polri adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,” ungkapnya.

Di Kota Bogor, jembatan sepanjang 15,3 meter tersebut dibangun dengan nuansa merah putih. Pembangunan melibatkan personel TNI AD bersama masyarakat setempat, sekaligus membawa pesan mengenai pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

Peresmian jembatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Ia didampingi Kasrem 061/Suryakancana, Dandim 0606 Kota Bogor, serta Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor.

Jenal mengatakan keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas masyarakat di sekitarnya. Ia juga menekankan pembangunan tersebut sejalan dengan arahan Presiden terkait penyediaan infrastruktur yang dapat digunakan dan dirasakan langsung oleh warga.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, bahwa jembatan sepanjang 15,3 meter ini harus dan Insya Allah bermanfaat untuk masyarakat,” kata Jenal sebelum meresmikan jembatan.

Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan yang diikuti secara daring dari lokasi berbeda, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut Maruli, pembangunan tidak hanya berorientasi pada tersedianya bangunan fisik. Infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki fungsi strategis karena dapat memangkas hambatan akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pembangunan jembatan diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah. Akses yang semakin terbuka juga berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

“Serta mendorong mobilitas pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Jenderal Maruli.

Kehadiran Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak di Bogor menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur skala lokal dapat memiliki dampak langsung terhadap mobilitas warga. Selain menjadi akses penghubung, proses pembangunannya juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat bersama TNI dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di lingkungan permukiman.

Editor: IJS