Polri Kirim 10 K9 dan 3,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Tim K9 Polri bersama bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo untuk mendukung penanganan gempa NTT. Foto: Polri
Tim K9 Polri bersama bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo untuk mendukung penanganan gempa NTT. Foto: Polri

Harnas.id, JAKARTA – Polri kembali mengirimkan dukungan untuk penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026). Sebanyak 10 ekor anjing pelacak atau K9 bersama tim, obat-obatan, peralatan SAR, serta bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo.

Pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk menambah kemampuan Polda NTT dalam menghadapi dampak bencana. Sehari sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel dari sejumlah fungsi untuk mendukung operasi pencarian, pertolongan, kesehatan, dan penanganan masyarakat terdampak.

Kali ini, kemampuan khusus K9 turut digeser untuk membantu pencarian korban, terutama di lokasi yang membutuhkan pencarian dengan dukungan anjing pelacak. Tim akan menyesuaikan pengerahan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pesawat CN-295/P-4501 membawa 21 personel tim K9 yang terdiri dari pawang, dokter hewan, dan paramedis K9. Selain itu, terdapat 10 ekor anjing pelacak yang telah disiapkan untuk mendukung operasi pencarian korban di wilayah terdampak gempa.

Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatannya. Pemeriksaan meliputi kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan operasional, hingga kennel yang digunakan selama perjalanan dan bertugas di lokasi bencana.

Kondisi kesehatan K9 menjadi perhatian karena tugas pencarian di medan bencana membutuhkan stamina dan konsentrasi tinggi. Karena itu, dokter hewan dan paramedis turut mendampingi tim selama pelaksanaan operasi.

Pesawat dijadwalkan meninggalkan Pondok Cabe pada pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA. Setelah tiba, tim K9 akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan titik pencarian yang menjadi prioritas.

Wilayah yang menjadi perhatian awal antara lain Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, pengerahan dapat dialihkan ke wilayah lain apabila perkembangan situasi menunjukkan kebutuhan pencarian dan pertolongan di lokasi berbeda.

Selain personel dan K9, pesawat juga mengangkut sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton peralatan dan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut terdiri dari:

  • 409 kilogram obat-obatan bantuan;
  • 45 dus makanan siap saji;
  • 10 unit Wontech;
  • peralatan SAR dan K9;
  • pakan K9;
  • 10 unit kennel box K9;
  • perlengkapan operasional tim K9;
  • banner dan stiker pendukung kegiatan.

Seluruh bantuan akan disalurkan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT. Kebutuhan masyarakat dan kondisi di masing-masing wilayah terdampak menjadi pertimbangan dalam menentukan distribusi logistik.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan secara bertahap. Menurutnya, dukungan tidak berhenti pada satu kali pemberangkatan, tetapi akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan.

“Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat.”

Trunoyudo menjelaskan, Polda NTT menjadi unsur yang bergerak langsung di wilayah terdampak. Sementara itu, Mabes Polri terus menyiapkan tambahan personel, peralatan, dan bantuan dari pusat sesuai laporan kebutuhan di lapangan.

“Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.”

Sebelumnya, Polri telah mengirimkan 137 personel yang berasal dari sejumlah fungsi, yakni SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog, serta Propam. Penambahan kekuatan tersebut ditujukan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan serta kebutuhan penanganan bencana lainnya.

Dukungan transportasi udara juga disiapkan untuk menjangkau wilayah yang mengalami kendala akses. Polri menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung mobilitas personel maupun pengiriman bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.

Selain itu, pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT turut dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan. Penggunaan sarana udara menjadi salah satu opsi ketika kondisi jalur darat maupun laut menyulitkan proses pengiriman bantuan.

Polri menyatakan operasi kemanusiaan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Setiap laporan mengenai kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan tambahan personel, peralatan, maupun logistik yang perlu dikirim.

Pengiriman K9, obat-obatan dan logistik tersebut menjadi bagian dari rangkaian respons Polri setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah NTT. Dukungan akan terus diarahkan untuk membantu pencarian korban, pelayanan masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Editor: IJS