Tugas HUT RI Tuntas, Paskibraka Kota Bogor Dapat Apresiasi dari Dedie Rachim

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Bersama Paskibraka Kota Bogor Usai Upacara HUT ke-81 RI. Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Bersama Paskibraka Kota Bogor Usai Upacara HUT ke-81 RI. Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR — Setelah menuntaskan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bogor, anggota Paskibraka Kota Bogor mendapat apresiasi dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Apresiasi tersebut diberikan dalam acara ramah tamah yang digelar di Paseban Sri Baduga, Kota Bogor, Senin (17/8/2026) malam.

Ramah tamah tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian tugas para anggota Paskibraka setelah menjalani proses panjang sebelum pelaksanaan upacara. Dedie menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk anggota Paskibraka, pelatih, pembimbing, TNI, serta unsur pemerintah daerah.

Menurut Dedie, pelaksanaan pengibaran hingga penurunan bendera berlangsung tanpa kendala berarti. Ia menilai hasil tersebut menjadi buah dari proses persiapan yang telah dijalani selama berbulan-bulan, meski pelaksanaan di lapangan hanya berlangsung sekitar 45 menit.

“Hasilnya luar biasa, mulai dari pengibaran dan penurunan semua berjalan sempurna, tidak ada kata lain selain rasa syukur atas kerja 45 menit yang persiapannya berbulan-bulan. Sabar menjadi sari dari semua proses yang dijalani, baik anggota Paskibraka yang bertugas maupun para pembimbingnya yang penuh rasa sabar,” kata Dedie Rachim.

Dedie menyebut kesabaran menjadi salah satu pelajaran penting dari proses pembentukan Paskibraka. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda dalam mempersiapkan pelaksanaan upacara.

Ia meminta para anggota Paskibraka yang merupakan siswa SMA sederajat di Kota Bogor tidak menjadikan pengalaman tersebut sekadar seremoni tahunan. Pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh selama proses pembinaan dinilai dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan dan menentukan langkah di masa depan.

“Dari semua proses, satu visi menaikkan dan menurunkan bendera secara sempurna merupakan harapan semua pihak yang juga sebagai proses sepenuh kesabaran dan kalian sudah menjadi juara,” tutur Dedie.

Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk tidak melupakan peran keluarga yang memberikan dukungan selama proses seleksi hingga pelaksanaan tugas. Dedie berharap para siswa dapat membuktikan pengalaman tersebut melalui prestasi dan pendidikan yang dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Banggakan mereka dengan menjalani studi secara benar dan kejar cita-cita setinggi yang kalian mampu,” kata Dedie Rachim.

Dedie menambahkan, proses panjang tersebut juga dijalani oleh jajaran TNI yang terlibat dalam pembinaan dan pelaksanaan kegiatan. Kesbangpol Kota Bogor turut mendapat apresiasi karena ikut menangani berbagai tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan Paskibraka.

Apresiasi juga datang dari jajaran Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Bogor. Ketua DPPI Kota Bogor Dava Fauzan Maulana bersama Gusti Arya Kamandanu sebagai Pak Lurah Paskibraka dan Lutfiah Rahmadani sebagai Bu Lurah Paskibraka menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama proses pembentukan pasukan.

Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan sejak tahap seleksi, pengukuhan, hingga pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih. Para anggota menilai fasilitas dan pendampingan yang diberikan menjadi bagian penting dalam membantu mereka menjalankan tanggung jawab.

“Mewakili para anggota kami sampaikan rasa syukur atas semua dukungan, kebutuhan dan lainnya. Tanpa wejangan para pelatih dan senior kami tidak akan mampu menjalani tugas maupun tanggung jawab yang membawa kami ada di posisi saat ini,” kata Gusti Arya Kamandanu.

Lutfiah Rahmadani turut menceritakan pengalaman selama menjalani proses sebagai anggota Paskibraka Kota Bogor. Menurutnya, rangkaian pembinaan tidak hanya menjadi tempat untuk mengasah kemampuan baris-berbaris, tetapi juga memberi ruang bagi anggota untuk mengenali kemampuan diri dan berani keluar dari zona nyaman.

Ia mengatakan para anggota mendapatkan pembelajaran yang lebih luas selama mengikuti proses tersebut. Selain Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), mereka dibekali pemahaman mengenai etika, kekeluargaan, dan kebersamaan sebagai bagian dari upaya menjaga solidaritas pasukan.

“Perjuangan yang tidak mudah, mulai dari seleksi hingga dikukuhkan menjadi pasukan pengibar mengenakan pakaian PDU. Doa orang tua, pelatih dan para senior menjadi dukungan besar. Alhamdulillah pengibaran dan penurunan bendera merah putih sukses,” ujar Lutfiah.

Menurut Lutfiah, waktu tampil dalam pelaksanaan upacara memang relatif singkat jika dibandingkan dengan masa persiapan yang harus dilalui. Namun, ia menilai pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan para anggota Paskibraka.

“Walaupun hanya tampil 45 menit tapi persiapannya berbulan-bulan. Mungkin kami belum maksimal tapi kami sudah berusaha melakukan yang terbaik,” pungkas Lutfiah.

Editor: IJS