
Harnas.id, SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Upacara berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan kepolisian sekaligus memperingati peristiwa proklamasi Polisi Istimewa pada 21 Agustus 1945.
Sejumlah pejabat utama Polri, jajaran Polda Jawa Timur, pemerintah daerah dan Forkopimda hadir dalam upacara tersebut. Kehadiran para pejabat di Monumen Perjuangan Polri juga menempatkan Surabaya sebagai salah satu lokasi penting dalam peringatan sejarah perjuangan kepolisian.
Pejabat yang hadir di antaranya:
- Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. selaku Kapolri.
- Komjen Pol. Yuda Gustawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Kabaintelkam Polri.
- Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H. selaku Dankor Brimob Polri.
- Gubernur Jawa Timur dan Forkopimda.
- Irjen Pol. Abdul Karim, S.I.K., M.Si. selaku Kadiv Propam Polri.
- Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. selaku Kadivhumas Polri.
- Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Karobinkar SSDM Polri.
- Brigjen Pol. Yudho Hermanto, S.I.K., M.M., CHRMP selaku Karopaminal Divpropam Polri.
- Brigjen Pol. Komarudin, S.I.K., M.M. selaku Karowabprof Divpropam Polri.
- Kombes Pol. Radjo Alriadi Harahap selaku Karoprovos Divpropam Polri.
- Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. selaku Kapolda Jawa Timur.
- Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. selaku Wakapolda Jawa Timur.
- Para tamu undangan.
Rangkaian upacara dimulai ketika pasukan memasuki lokasi sekitar pukul 08.40 WIB. Dua puluh menit kemudian, Kapolri selaku inspektur upacara tiba di lokasi dan memimpin seluruh rangkaian kegiatan.
Prosesi kemudian diawali dengan menyanyikan Mars Polri pada pukul 09.02 WIB. Setelah penghormatan pasukan, acara dilanjutkan dengan laporan komandan upacara dan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Kapolri.
Memasuki bagian sejarah, peserta upacara mengikuti pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri. Pada pukul 09.10 WIB, Kapolri juga membacakan Teks Naskah Proklamasi Polri.
Setelah itu, rangkaian upacara dilanjutkan dengan Andika Bhayangkari, laporan komandan upacara, penghormatan pasukan dan menyanyikan Hymne Polri. Doa kemudian dibacakan pada pukul 09.15 WIB sebelum Kapolri meninggalkan mimbar upacara.
Upacara dinyatakan selesai pada pukul 09.17 WIB. Kapolri bersama rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.20 WIB, sementara pasukan upacara keluar dari area kegiatan tiga menit kemudian.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan laporan pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.
Peringatan Hari Juang Polri tidak hanya menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut berkaitan dengan sejarah Polisi Istimewa yang diproklamasikan oleh Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin pada 21 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah kepolisian Indonesia. Karena itu, peringatan Hari Juang Polri diarahkan untuk mengenang jasa para pahlawan kepolisian sekaligus mengingatkan kembali peran insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pelayanan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari sisi pengamanan, aparat juga diminta tetap melakukan pengawalan terhadap jalur kepulangan rombongan setelah kegiatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi agar mobilitas pejabat dan peserta kegiatan tetap berlangsung tertib.
Selain pengawalan, pemantauan keamanan juga diarahkan untuk berlanjut setelah acara berakhir. Patroli skala besar dan pemantauan di sejumlah titik strategis diminta diperketat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Surabaya.
Dengan demikian, rangkaian Hari Juang Polri di Monumen Perjuangan Polri tidak berhenti pada prosesi peringatan. Pengamanan pascaacara menjadi bagian dari langkah menjaga situasi tetap aman sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Editor: IJS










