Tiga Dekade Mangkrak, Gedung KSPSI AGN Jatim Akhirnya Diresmikan Kapolri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Meresmikan Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur. Foto: Polri
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Meresmikan Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur. Foto: Polri

Harnas.id, SURABAYA – Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur akhirnya resmi digunakan setelah proses pembangunannya sempat terhenti selama puluhan tahun. Gedung yang berada di Jawa Timur tersebut diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai fasilitas yang diharapkan dapat menunjang aktivitas organisasi sekaligus pelayanan dan pemberdayaan buruh.

Riwayat pembangunan gedung tersebut bermula pada 1988. Saat itu, pembangunan dilakukan melalui semangat swadaya dan gotong royong para anggota, yang dipelopori Dendy Prayitno bersama sejumlah rekan.

Namun, proses pembangunan tidak berjalan sesuai rencana. Sejak 1990, pembangunan terhenti karena berbagai persoalan dan kendala sehingga gedung tersebut belum dapat diselesaikan dan dimanfaatkan secara optimal.

Setelah lebih dari 30 tahun, penataan kembali gedung mulai dilakukan pada pertengahan 2025. Revitalisasi tersebut diprakarsai Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan dilanjutkan hingga seluruh proses pembangunan rampung pada 2026.

Peresmian oleh Kapolri menjadi penanda dimulainya pemanfaatan gedung yang selama ini belum berfungsi maksimal. Kini, fasilitas tersebut tidak hanya disiapkan sebagai kantor organisasi, tetapi juga memiliki sejumlah ruang yang dapat digunakan untuk kebutuhan anggota dan masyarakat.

Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur kini dilengkapi dengan ruang organisasi dan ruang rapat. Fasilitas lainnya meliputi aula untuk kegiatan pelatihan, klinik kesehatan, minimarket, serta ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Kapolri memberikan apresiasi kepada Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea beserta jajaran KSPSI AGN Jawa Timur yang ikut mendorong penyelesaian pembangunan dan revitalisasi gedung tersebut.

Menurut Listyo Sigit, keberadaan gedung tersebut semestinya tidak berhenti sebagai fasilitas administratif organisasi. Gedung itu diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul sekaligus ruang bersama bagi buruh untuk membicarakan persoalan ketenagakerjaan dan memperjuangkan kepentingan mereka.

“Saya berharap gedung ini benar-benar menjadi rumah besar, tidak hanya bagi anggota KSPSI AGN Jawa Timur, namun juga bagi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyoroti keberadaan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang telah dibentuk di tingkat pusat. Menurutnya, penguatan organisasi dan basis perjuangan buruh perlu diteruskan hingga tingkat provinsi agar koordinasi tidak hanya terpusat di tingkat nasional.

Karena itu, Sekretariat Bersama KBPBI diharapkan tidak hanya tersedia di tingkat pusat. Struktur serupa dinilai perlu dikembangkan di daerah untuk memudahkan komunikasi, koordinasi, serta pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja.

Listyo Sigit menilai gedung tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan buruh. Selain sebagai tempat aktivitas organisasi, fasilitas itu dapat digunakan untuk pelayanan, konseling, serta forum pembahasan masalah ketenagakerjaan secara terbuka dan konstruktif.

Ruang tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan pekerja dengan pengusaha dalam membicarakan persoalan hubungan industrial. Komunikasi yang berjalan baik dinilai penting untuk mencegah persoalan ketenagakerjaan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Hubungan industrial yang kondusif juga berkaitan dengan iklim usaha dan investasi. Karena itu, forum dialog antara buruh dan pengusaha diharapkan dapat membantu mencari penyelesaian yang mengakomodasi kepentingan pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha.

Kapolri menegaskan bahwa pemanfaatan gedung secara optimal membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Polri, kata dia, siap mengambil peran sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung terciptanya hubungan industrial yang berkeadilan.

Peresmian gedung tersebut menjadi babak baru bagi fasilitas organisasi buruh yang pembangunannya telah dimulai sejak 1988. Setelah sempat terhenti selama puluhan tahun, gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur kini diarahkan menjadi ruang pelayanan, pemberdayaan, komunikasi, dan aktivitas perjuangan buruh di Jawa Timur.

Editor: IJS