
Harnas.id, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pos tersebut disiapkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam situasi darurat pascabencana.
Layanan kemanusiaan BAZNAS tersebar di Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Pos-pos tersebut menyediakan sejumlah fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan penyintas di masing-masing wilayah terdampak.
Adapun layanan yang disediakan meliputi:
- Layanan kesehatan;
- Dapur umum;
- Dapur air; dan
- Masjid darurat.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pembukaan pos layanan merupakan bagian dari respons kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, kondisi setiap wilayah dapat berbeda sehingga bentuk layanan disesuaikan dengan situasi yang dihadapi penyintas.
“Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Sodik menjelaskan, langkah BAZNAS tidak hanya berorientasi pada distribusi bantuan logistik. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat juga menjadi perhatian, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi pengungsian.
Melalui dapur umum, masyarakat dapat memperoleh makanan selama berada dalam kondisi darurat. Sementara dapur air disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi penyintas di wilayah terdampak.
“Dapur umum dan dapur air juga ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara itu, layanan kesehatan diberikan untuk membantu memantau dan menangani kondisi kesehatan penyintas, khususnya warga yang berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” jelasnya.
Selain kebutuhan pangan, air bersih, dan kesehatan, BAZNAS turut menyediakan fasilitas ibadah melalui pembangunan masjid darurat di sejumlah titik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kembali ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.
Sodik menuturkan, pelayanan di lapangan dilakukan melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Kedua unsur tersebut terus bergerak memberikan layanan kepada masyarakat yang terdampak gempa sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
BAZNAS juga membuka kemungkinan penambahan layanan apabila situasi di wilayah terdampak membutuhkan penanganan lebih lanjut. Evaluasi kebutuhan menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk respons berikutnya.
“Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujar Sodik.
Keberadaan 16 pos layanan tersebut menjadi bagian dari penanganan kebutuhan masyarakat pada fase darurat. Selain bantuan logistik, penyediaan layanan kesehatan, makanan, air bersih, dan fasilitas ibadah menjadi upaya untuk membantu penyintas menjalani masa pemulihan awal setelah gempa.
Editor: IJS










