Harnas.id, JEDDAH — Peluang produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar Arab Saudi kembali dijajaki. Syarikah Makan al Na’im (SMAN) bertemu dengan Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, untuk membahas peluang kerja sama yang dapat membuka akses bisnis bagi pelaku usaha Indonesia di Arab Saudi.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung II Kementerian Perdagangan RI, Kamis (3/9/2026). Agenda ini menjadi kelanjutan dari komunikasi strategis yang sebelumnya dilakukan SMAN bersama Direktur Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Arab Saudi, Bagas Haryotejo.
Dr. Dilal Adlin Fadil hadir bersama tim dan sejumlah perwakilan brand mitra dalam pertemuan yang digelar atas undangan Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Dewi Rokhayati.
Pembahasan diarahkan pada peluang kolaborasi business to government (B2G), terutama berkaitan dengan pembukaan akses pasar serta pengembangan produk UMKM Indonesia di Arab Saudi. Kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalur bagi pelaku usaha yang ingin mengenalkan sekaligus mengembangkan produknya di pasar luar negeri.
Sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Arab Saudi, SMAN menempatkan diri sebagai legal umbrellasekaligus agregator bagi pengusaha dan UMKM Indonesia yang ingin masuk ke pasar tersebut. Peran itu mencakup upaya menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan bisnis serta membantu mempersiapkan pengembangan usaha di Arab Saudi.
“Kami ingin menjadi jembatan antara pelaku UMKM Indonesia dan peluang pasar di Arab Saudi. Banyak produk Indonesia yang memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan akses, pendampingan, dan jaringan yang tepat agar dapat berkembang di sana,” ujar Dr. Dilal Adlin Fadil.
Siap Hadir di Trade Expo Indonesia 2026
Penjajakan kerja sama tersebut akan dilanjutkan melalui keterlibatan SMAN dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran perdagangan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Dalam TEI 2026, SMAN akan berpartisipasi dalam kegiatan Pangan Nusa dengan membawa sejumlah produk kuliner Indonesia. Dua produk yang akan diperkenalkan di antaranya Baso Gejrot Tasikmalaya dan Si Kriuk Fried Chicken.
Kehadiran produk tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan kuliner Indonesia kepada pengunjung pameran. Ajang tersebut juga akan dimanfaatkan untuk membuka komunikasi dan jejaring bisnis dengan pihak-pihak yang memiliki potensi menjadi mitra usaha.
SMAN juga merencanakan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah pelaku UMKM Indonesia selama rangkaian TEI 2026. Agenda tersebut direncanakan memperoleh endorsement langsung dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Bagi SMAN, TEI 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan jaringan bisnis yang memiliki keterkaitan dengan pasar Arab Saudi. Pameran tidak hanya dipandang sebagai tempat memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai awal dari pembicaraan bisnis yang dapat dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.
“Kami ingin TEI menjadi titik temu. Bukan hanya antara produk dengan calon pembeli, tetapi juga antara pengusaha dengan pengusaha, sehingga setelah pameran ada tindak lanjut bisnis yang nyata,” kata Dr. Dilal.
B2B Matchmaking untuk Pelaku UMKM
Selain mengikuti pameran, SMAN juga akan memfasilitasi kegiatan business to business (B2B) matchmaking selama rangkaian TEI 2026. Program tersebut ditujukan bagi pelaku UMKM yang sedang mempersiapkan ekspansi maupun pengusaha yang telah mengembangkan bisnisnya di Arab Saudi melalui SMAN.
Melalui forum pertemuan bisnis itu, pelaku usaha Indonesia akan memiliki kesempatan bertemu dengan calon mitra dan membangun jaringan yang berkaitan dengan rencana pengembangan usaha di Arab Saudi. Skema tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan peluang kerja sama yang tersedia.
Bagi UMKM yang baru bersiap masuk ke pasar Arab Saudi, pertemuan langsung dengan calon mitra dapat menjadi tahap awal untuk memahami kebutuhan pasar dan membangun koneksi bisnis. Sementara bagi pengusaha yang sudah beroperasi di sana, forum tersebut dapat membuka peluang jaringan baru untuk mengembangkan usaha.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun jalur bisnis yang lebih terstruktur bagi UMKM Indonesia. Dengan demikian, ekspansi ke Arab Saudi tidak berhenti pada aktivitas jual-beli produk, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan usaha dan kemitraan dalam jangka lebih panjang.
“Target kami adalah semakin banyak produk Indonesia yang bisa hadir di Arab Saudi dan semakin banyak pengusaha Indonesia yang melihat Arab Saudi sebagai pasar sekaligus peluang bisnis jangka panjang,” ujar Dr. Dilal.
Menurutnya, peluang usaha di Arab Saudi tidak terbatas pada sektor makanan dan minuman. Produk UMKM Indonesia dari berbagai sektor juga dinilai memiliki kesempatan untuk dikembangkan selama memiliki kualitas, keunikan, dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Penjajakan bersama Kementerian Perdagangan RI dan keikutsertaan dalam TEI 2026 menjadi bagian dari langkah SMAN membangun koneksi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan dunia usaha. Fokusnya adalah menciptakan akses yang lebih terbuka bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar global, khususnya Arab Saudi.
Tentang Syarikah Makan al Na’im
Syarikah Makan al Na’im (SMAN) merupakan perusahaan yang berperan sebagai legal umbrella dan agregator bagi pengusaha serta UMKM Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis di Arab Saudi.
Melalui jaringan dan kemitraan yang dibangun, SMAN berupaya menjadi penghubung bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengakses peluang bisnis sekaligus mengembangkan pasar di Arab Saudi.
Editor: IJS











