Bersuara Vol. 1 Hadir di Kebun Raya Bogor, Musik Ketemu Piknik dan Kreativitas

Suasana Bersuara Vol. 1 di Ecodome Kebun Raya Bogor. Foto: KRB
Suasana Bersuara Vol. 1 di Ecodome Kebun Raya Bogor. Foto: KRB

Harnas.id, BOGOR – Kebun Raya Bogor bersama Musica Studio menghadirkan agenda akhir pekan bertajuk Bersuara Vol. 1. Kegiatan ini menawarkan konsep yang sedikit berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya dengan mempertemukan musik, piknik, kreativitas, dan suasana ruang terbuka hijau.

Mengusung tema “Ketika Musik, Bertemu Alam”, Bersuara Vol. 1 digelar pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Lokasinya berada di Ecodome, Kebun Raya Bogor, dan terbuka bagi masyarakat secara gratis dengan ketentuan pengunjung tetap membeli tiket masuk Kebun Raya Bogor.

Sejumlah musisi dan penampil dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Difki Khalif, Hanin Dhiya, Zara Leola, Yoan Cocohamida, Cici Faramida, Kumpul Raga, dan Lorjhu.

Namun, Bersuara Vol. 1 tidak hanya mengandalkan penampilan musik. Pengunjung juga dapat mengisi waktu dengan aktivitas piknik serta berbagai kegiatan kreatif yang dirancang agar pengalaman berada di Kebun Raya tidak sebatas datang, menonton, lalu pulang.

Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, Afandika Akbar Utama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan cara baru bagi masyarakat untuk menikmati kawasan Kebun Raya Bogor.

“Kami ingin menghadirkan Kebun Raya sebagai ruang yang dapat dinikmati masyarakat dengan berbagai cara. Melalui Bersuara Vol. 1, musik, piknik, dan aktivitas kreatif dipertemukan dengan suasana alam Kebun Raya Bogor sehingga pengunjung dapat menikmati akhir pekan dengan pengalaman yang lebih santai, menyenangkan, dan berkesan,” ujar Afandika.

Menurut Afandika, perpaduan musik dengan alam juga menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke Kebun Raya. Kawasan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki fungsi konservasi dan edukasi.

“Kebun Raya merupakan ruang konservasi sekaligus destinasi edukasi dan rekreasi yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan hayati. Karena itu, kegiatan seperti Bersuara kami hadirkan dengan tetap memperhatikan karakter dan fungsi Kebun Raya,” katanya.

Bersuara Vol. 1 membawa tiga aktivitas utama yang menjadi bagian dari konsep kegiatan, yakni bermusik, berpiknik, dan berkarya. Ketiganya ditempatkan dalam suasana terbuka sehingga pengunjung memiliki pilihan aktivitas selain menikmati panggung musik.

Pada sesi musik, pengunjung dapat menyaksikan penampilan sejumlah musisi mulai pagi hari. Konsep tersebut sekaligus memberikan suasana berbeda karena pertunjukan berlangsung di lingkungan Kebun Raya Bogor yang dikelilingi ruang hijau.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana dengan lebih santai, konsep piknik menjadi bagian lain dari kegiatan. Area terbuka Kebun Raya dapat dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, maupun komunitas sambil menikmati rangkaian acara.

Sementara itu, unsur kreativitas dihadirkan melalui kegiatan ecoprint. Aktivitas tersebut mengajak pengunjung berkarya dengan memanfaatkan unsur tumbuhan sebagai bagian dari proses menghasilkan karya seni.

Selain ecoprint, sejumlah aktivitas lain juga disiapkan dalam Bersuara Vol. 1. Pengunjung dapat memilih kegiatan sesuai minat, mulai dari bernyanyi hingga aktivitas kreatif dan interaksi bersama komunitas.

Berikut sejumlah aktivitas yang dihadirkan:

  • Berkarya ecoprint bersama Kebun Raya dan Difki Khalif.
  • Bernyanyi bersama Musica Karaoke.
  • Bermusik bersama Kumpul Raga.
  • Berkarya bersama InkGaged.
  • Berfoto di Hot Station.

Afandika berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat ketika menghabiskan waktu di Kebun Raya Bogor.

“Kami berharap Bersuara Vol. 1 dapat menjadi pengalaman bersama yang menyenangkan. Datang ke Kebun Raya, mendengarkan musik, menikmati piknik, dan berkarya bersama alam menjadi kombinasi yang kami harapkan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan,” tambah Afandika.

Konsep Bersuara Vol. 1 juga memperlihatkan bagaimana kawasan Kebun Raya Bogor dapat digunakan sebagai ruang publik dengan beragam aktivitas. Di tengah fungsi utamanya yang berkaitan dengan konservasi dan edukasi, kawasan ini tetap dapat menjadi tempat masyarakat menikmati rekreasi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan alam.

Kebun Raya Bogor memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini juga berkaitan dengan kegiatan konservasi tumbuhan, penelitian, edukasi, serta penyediaan ruang hijau yang dapat dinikmati masyarakat.

Karena itu, kegiatan yang digelar di dalam kawasan Kebun Raya perlu tetap mempertimbangkan karakter lingkungan dan fungsi kawasan. Pendekatan tersebut menjadi penting agar aktivitas publik dan rekreasi dapat berjalan tanpa menghilangkan identitas Kebun Raya sebagai ruang yang berkaitan erat dengan kekayaan hayati.

Bersuara Vol. 1 kemudian menawarkan pendekatan yang cukup sederhana: musik menjadi daya tarik, piknik memberikan ruang untuk bersantai, sementara kegiatan kreatif membuat pengunjung dapat berinteraksi lebih dekat dengan unsur alam.

Dengan konsep tersebut, Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi latar pertunjukan musik. Kawasan hijau di tengah Kota Bogor itu juga menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan cara yang lebih santai, kreatif, dan dekat dengan alam.

Editor: IJS