
Harnas.id, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menjalankan program Intervensi Daerah Rawan Pangan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang masuk kategori penerima manfaat. Kali ini, bantuan disalurkan kepada 76 warga di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (10/7/2026).
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2025. Melalui kajian tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam upaya penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Bantuan yang diberikan menyasar masyarakat yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut menjadi acuan agar program bantuan dapat tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan.
Secara keseluruhan, program intervensi daerah rawan pangan dilaksanakan di 35 kelurahan yang tersebar di Kota Bogor. Wilayah-wilayah tersebut masuk dalam kategori prioritas 3, 4, dan 5 berdasarkan hasil pemetaan FSVA yang dilakukan sebelumnya.
Penyaluran bantuan di Kelurahan Kebon Kalapa menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat akses pangan bagi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menindaklanjuti hasil kajian FSVA melalui langkah nyata di lapangan.
Menurutnya, hasil pemetaan menjadi instrumen penting untuk menentukan wilayah prioritas sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
“Melalui hasil pemetaan FSVA, pemerintah dapat menentukan wilayah prioritas sehingga bantuan pangan dapat disalurkan secara lebih efektif kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat, program ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kerawanan pangan, terutama pada kelompok masyarakat yang masuk kategori rentan.
Pemerintah Kota Bogor juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Intervensi daerah rawan pangan menjadi salah satu strategi yang dijalankan agar masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat penerima manfaat dapat meningkat. Di saat yang sama, upaya pemerataan ketahanan pangan di seluruh wilayah Kota Bogor juga dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Editor: IJS










