Harnas.id – Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI, Dr. Ir. Ahmad Rizki Sadig, M.Si., menekankan pentingnya eksistensi program makan bergizi gratis (MBG). Sebab menurutnya, MBG merupakan bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Pembahasan tersebut, kata Ahmad Rizki Sadig, menjadi salah satu bagian utama dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, dengan mengaitkan nilai-nilai Pancasila bersama program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai tindakan dan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, Program MBG dapat menjadi salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila melalui perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Ahmad Rizki Sadig saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR bersama masyarakat di Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan Program MBG perlu terus mendapat perhatian dan dukungan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, pelaksanaan program perlu terus dikawal agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, dia melanjutkan, masyarakat juga diajak untuk memahami bahwa pengamalan Pancasila dapat dilakukan melalui berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Nilai kepedulian, gotong royong, serta upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari pembahasan dalam menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan berbagai program yang dijalankan pemerintah.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan Program MBG perlu terus mendapat perhatian dan dukungan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Oleh karena itu, pelaksanaan program perlu terus dikawal agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Ahmad Rizki Sadig mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pengamalan Pancasila dapat dilakukan melalui berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai kepedulian, gotong royong, serta upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari pembahasan dalam menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan berbagai program yang dijalankan pemerintah.
Sebagai informasi, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga 18.05 WIB ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Peserta yang hadir antara lain berasal dari kalangan ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, kelompok pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Keberagaman peserta tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang diskusi yang lebih luas mengenai nilai-nilai kebangsaan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran peserta yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat turut memperkaya jalannya kegiatan. Para pelaku UMKM, kelompok pemuda, ibu-ibu PKK, dan unsur masyarakat lainnya memiliki pengalaman serta perhatian yang beragam terhadap persoalan di lingkungan masing-masing. Hal tersebut menjadi bagian dari ruang dialog yang dibangun dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR.
Selain menyampaikan materi, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara Ahmad Rizki Sadig dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengikuti pembahasan mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus menyampaikan berbagai pandangan dan masukan terkait kondisi serta kebutuhan masyarakat di daerah.
Ahmad Rizki Sadig berharap, melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR ini dapat terus menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Kapolri Sebut Polri Sudah Punya 1.376 SPPG, MBG Kini Tak Sekadar Wacana
“Nilai-nilai ini diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Puri Perdana Hotel & Convention Hall, Kota Blitar, tersebut kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian acara selesai. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta dapat turut berpartisipasi dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Baca Juga: BGN Resmi Lantik 5 Deputi Baru untuk Perbaiki Tata Kelola MBG






