Harnas.id, BOGOR — Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kota Bogor di depan Istana Keperesidenan Bogor, Jawa Barat, diwarnai kericuhan.
Kericuhan dipicu saat massa aksi berusaha menerobos barikade pengamanan Pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) Polresta Bogor Kota untuk mendekati area pintu gerbang Istana. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat pengamanan tak terhindarkan, disertai pembakaran ban bekas di tengah jalan yang sempat memicu kepulan asap pekat dan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Meski demikian, ketegangan antara massa mahasiswa dan petugas kepolisian berhasil diredam sehingga situasi kembali kondusif.
Bawa Lima Isu Strategis
Koordinator Aksi, Toni Alfazri, menyampaikan bahwa unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk penegakan fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap sejumlah isu strategis nasional maupun daerah.
“Dalam aksi ini kami membawa lima poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah pusat,” ujar Toni di lokasi aksi, Bogor.
Berdasarkan keterangan pers massa aksi, berikut lima poin tuntutan yang disampaikan:
Penetapan Karhutla & Pencabutan Izin Korporasi: Mendesak pemerintah menetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional serta mencabut izin operasi korporasi yang terbukti terlibat pembakaran dan perusakan lingkungan.
Evaluasi Kebijakan Ekonomi: Menuntut penghentian kebijakan ekonomi yang dinilai memberatkan beban hidup masyarakat.
Pendidikan Gratis & Berkelanjutan: Menolak segala bentuk komersialisasi pendidikan dan mendorong perwujudan pendidikan gratis yang berkelanjutan.
Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN): Mendesak evaluasi total terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang dinilai merampas ruang hidup masyarakat.
Penegakan Demokrasi & Pemberantasan Korupsi: Menuntut penegakan nilai-nilai demokrasi, penghentian tindakan represif, serta penindakan kasus korupsi secara tegas tanpa pandang bulu.
Pengawalan Ketat Polresta Bogor Kota
Massa mahasiswa bertahan hingga malam hari di bawah pengawalan ketat personel Polresta Bogor Kota. Usai menyampaikan orasi dan membacakan tuntutan secara bergantian, massa membubarkan diri secara tertib.
Pihak koordinator aksi mengindikasikan bahwa aksi penyampaian aspirasi ini rencananya akan kembali dilanjutkan secara bergelombang hingga tiga hari ke depan.
Editor: IJS











