Gempa Kepulauan Seribu Bikin KRL Jabodetabek Sempat Berhenti, Operasional Normal Pukul 06.00 WIB

Ilustrasi perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek usai gempa Kepulauan Seribu. Foto: dok. KAI Commuter
Ilustrasi perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek usai gempa Kepulauan Seribu. Foto: dok. KAI Commuter

Harnas.id, JAKARTA — Perjalanan seluruh Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek sempat dihentikan pada Sabtu (12/9/2026) pagi menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 04.23 WIB. Tak lama berselang, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menghentikan sementara seluruh perjalanan Commuter Line sebagai langkah pengamanan untuk memastikan kondisi jalur dan prasarana perkeretaapian tetap aman.

Vice President Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia Karina Amanda mengatakan, penghentian perjalanan dilakukan sekitar dua menit setelah gempa terdeteksi.

“Untuk keamanan dan keselamatan perjalanan Commuter Line, pada pukul 4.25 seluruh perjalanan Commuter Line Jabodetabek dihentikan,” kata Karina saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu.

Penghentian tersebut dilakukan agar petugas dapat memastikan tidak terdapat gangguan pada jalur maupun infrastruktur yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta. Setelah gempa terjadi, petugas KAI Commuter langsung melakukan pemeriksaan di sejumlah bagian infrastruktur perkeretaapian.

Pemeriksaan menjadi tahapan penting sebelum perjalanan kembali dibuka. Dengan kondisi jalur yang harus dipastikan aman terlebih dahulu, perjalanan KRL baru dapat dilanjutkan setelah proses pengecekan selesai.

Hasilnya, seluruh perjalanan Commuter Line Jabodetabek kembali berjalan pada pukul 06.00 WIB. KAI Commuter menyebut operasional kemudian masuk dalam tahap penguraian kepadatan di sejumlah lintas akibat penghentian sementara sebelumnya.

“Pada pukul 06.00 seluruh perjalanan Commuter Line sudah normal kembali dan dalam proses penguraian kepadatan di lintas,” ujar Karina.

KAI Commuter juga meminta para penumpang tetap mengikuti arahan petugas selama proses penghentian maupun ketika perjalanan kembali berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan untuk membantu kelancaran pelayanan sekaligus menjaga keselamatan penumpang di tengah penyesuaian perjalanan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan rekan commuters. Kami imbau tetap ikuti arahan dari petugas,” kata Karina.

Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu

Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.23 WIB.

Berdasarkan informasi BMKG melalui akun X @infoBMKG, pusat gempa berada pada koordinat 5,81 lintang selatan dan 106,56 bujur timur. Lokasi tersebut disebut berada sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu.

BMKG mencatat gempa berada pada kedalaman 376 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman tersebut, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian keterangan BMKG melalui situs resminya, dikutip Sabtu.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara menyeluruh bagaimana situasi dan kondisi permukiman yang berada paling dekat dengan lokasi pusat gempa di wilayah Kepulauan Seribu.

Editor: IJS