Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede, PMI Siagakan Posko Medis untuk Petugas Pemadam

Tim medis PMI Cianjur menyiagakan pelayanan kesehatan bagi petugas dan relawan di jalur pendakian Gunung Gede. (Dok. PMI Cianjur)
Tim medis PMI Cianjur menyiagakan pelayanan kesehatan bagi petugas dan relawan di jalur pendakian Gunung Gede. (Dok. PMI Cianjur)

Harnas.id, CIANJUR— Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, tidak hanya menghadapi persoalan api. Petugas gabungan dan relawan juga harus bekerja di medan pendakian yang terjal, ketinggian ekstrem, cuaca dingin, serta paparan asap yang dapat menguras kondisi fisik.

Situasi tersebut membuat dukungan kesehatan menjadi bagian penting dalam operasi pemadaman. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur kemudian menyiagakan tim medis sekaligus membuka posko pelayanan kesehatan di sepanjang jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango.

Posko tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan awal kepada petugas maupun relawan yang mengalami kelelahan, gangguan kesehatan atau cedera selama menjalankan tugas. Dengan lokasi pelayanan yang berada di jalur pendakian, personel tidak harus langsung turun ke kaki gunung ketika membutuhkan pertolongan medis dasar.

Pelayanan kesehatan tersebut mulai disiapkan selama dua hari sejak Senin (10/8/2026). Namun, PMI memastikan operasional posko dapat diperpanjang apabila proses pemadaman di kawasan kawah masih berlangsung dan keberadaan tim medis masih dibutuhkan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur, Fajar Achiana, mengatakan penempatan personel kesehatan di area operasi merupakan bagian dari dukungan PMI terhadap penanganan kebakaran dan operasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi fisik petugas perlu menjadi perhatian karena mereka bekerja dalam lingkungan dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

“Kami menyadari betul bahwa para petugas dan relawan di atas sana bekerja dalam kondisi yang sangat menguras energi. Medan Gunung Gede yang curam, ditambah paparan asap serta suhu dingin, sangat rentan memicu kelelahan ekstrem hingga masalah pernapasan,” ujar Fajar Achiana.

Karena itu, PMI menerjunkan tim medis untuk memberikan pertolongan sedekat mungkin dengan lokasi petugas bekerja. Kehadiran posko juga dimaksudkan agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Oleh karena itu, PMI Kabupaten Cianjur menerjunkan tim medis dan mendirikan posko kesehatan agar penanganan pertama bisa langsung diberikan di tempat,” katanya.

Fajar menegaskan, PMI tidak akan menghentikan dukungan medis hanya karena jadwal awal posko ditetapkan selama dua hari. Selama tim pemadam gabungan masih melakukan penanganan kebakaran dan membutuhkan layanan kesehatan, personel medis akan tetap disiagakan.

“Pelayanan ini kami rancang secara dinamis. Meskipun jadwal resminya dua hari sejak Senin, kami tegaskan bahwa posko tidak akan dibubarkan selama proses pemadaman masih berjalan dan membutuhkan pengawalan medis,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan, PMI juga menyiapkan sistem rotasi bagi personel medis. Skema tersebut diperlukan agar anggota tim yang bertugas tetap memiliki kondisi fisik yang baik dan dapat memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat di lapangan.

“Kami sudah menyiapkan sistem rotasi personel pengganti agar anggota tim medis yang bertugas di posko tetap bugar dan siap siaga merespons kondisi darurat kapan saja,” tambah Fajar.

Dukungan medis ini menjadi salah satu bagian dari operasi pemadaman yang melibatkan berbagai unsur. Petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), serta masyarakat peduli api.

Dengan adanya posko di jalur pendakian, petugas memiliki akses terhadap pertolongan medis dasar tanpa harus meninggalkan kawasan operasi untuk mendapatkan penanganan awal. Kondisi tersebut memungkinkan tim tetap berkonsentrasi pada penanganan titik api dengan dukungan keselamatan personel yang lebih terjaga.

Sejumlah layanan disiapkan PMI di posko kesehatan tersebut. Penanganan yang diberikan antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah.
  • Pemberian suplemen dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Penanganan cedera fisik ringan, seperti terkilir dan luka gores.
  • Pemberian terapi oksigen portabel bagi personel yang mengalami sesak napas akibat paparan asap kebakaran.

Penyiapan layanan kesehatan di tengah operasi juga menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan pegunungan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana api dipadamkan. Kondisi personel yang berada di medan berat perlu diperhitungkan karena kelelahan, asap, suhu rendah dan kontur medan dapat memengaruhi kemampuan mereka menjalankan tugas.

Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan personel sekaligus menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Upaya pemadaman dan perlindungan terhadap petugas berjalan bersamaan agar operasi dapat terus dilakukan tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Bagi petugas yang masih bekerja di kawasan Kawah Wadon, keberadaan tim medis PMI menjadi akses pertolongan ketika muncul gangguan kesehatan maupun cedera ringan. Dukungan tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi personel selama operasi berlangsung hingga penanganan kebakaran dinyatakan selesai.

Editor: IJS