Harnas.id, SEMARANG – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama mitra kerja menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Aula Kantor Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Kegiatan ini menekankan pentingnya pembangunan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta sinergi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Muhammad Haris, S.S., M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M., serta Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Disdalduk KB Kota Semarang, Yuli Kurniasih Purwanti, S.KM., M.Kes.
Anggota DPRD Kota Semarang sekaligus tuan rumah kegiatan, Dini Inayati, menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Haris atas fasilitasi dan kemitraan yang terjalin dengan Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung program pembangunan keluarga.
Dalam sambutannya, Dini Inayati menegaskan pentingnya inisiasi regulasi yang berpihak pada keluarga. Menurutnya, pembangunan keluarga perlu menjadi salah satu prioritas agar kebijakan dan tata kelola pemerintahan Kota Semarang semakin responsif terhadap berbagai persoalan keluarga dan sosial.
Ia menilai, tantangan pembangunan keluarga memiliki kompleksitas tersendiri sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan.
“Tantangan di Kota Semarang bukan cuma soal penanganan banjir rob atau pembangunan infrastruktur fisik yang linier dan batas waktunya bisa diukur secara pasti. Pembangunan dan penyelesaian isu-isu keluarga itu tantangan nyata yang dirasa jauh lebih kompleks serta butuh penanganan berkelanjutan,” tegas Dini.
Menurutnya, pembangunan keluarga tidak cukup dilakukan melalui program jangka pendek. Diperlukan komitmen, perhatian, dan kolaborasi berbagai pihak agar persoalan keluarga dapat ditangani secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Muhammad Haris, S.S., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, jajaran Rumah Keluarga Indonesia (RKI), serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Haris menjelaskan bahwa Komisi IX DPR RI bermitra dengan sejumlah kementerian dan lembaga strategis yang memiliki peran penting dalam bidang kesehatan, ketenagakerjaan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, dan pembangunan keluarga.
“Komisi IX bermitra erat dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPOM, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga Kemendukbangga,” jelas Muhammad Haris.
Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan ketahanan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M., menjelaskan bahwa peran Kemendukbangga/BKKBN tidak terbatas pada pelayanan Keluarga Berencana (KB), tetapi juga mencakup pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Dalam bidang KB, edukasi terus dilakukan untuk mencegah risiko 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak kelahiran. Edukasi ini bertujuan mendukung kesehatan serta keselamatan ibu dan anak.
Rusman juga menyoroti persoalan kesehatan mental di kalangan remaja, termasuk kecemasan dan depresi. Menurutnya, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas komunikasi di dalam keluarga.
Karena itu, penguatan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Keluarga diharapkan mampu menjadi lingkungan pertama yang memberikan dukungan bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam menjaga kesehatan mentalnya.
Dalam mendukung upaya pemenuhan gizi masyarakat, Rusman Efendi turut memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar tiga kelompok, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus. Kecukupan gizi bagi ibu dan anak merupakan faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pemenuhan gizi sejak dini guna mendukung tumbuh kembang generasi mendatang.
Dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap program KB disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Disdalduk KB Kota Semarang, Yuli Kurniasih Purwanti, S.KM., M.Kes.
Yuli menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang memberikan perhatian terhadap pelayanan dan kepesertaan KB bagi masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.
Menurutnya, dinas terkait memfasilitasi pelayanan KB secara cuma-cuma. Selain itu, tersedia dana stimulan atau uang kontrol bagi warga yang bersedia menjalani prosedur KB vasektomi dan tubektomi.
“Dinas memfasilitasi pelayanan KB secara cuma-cuma. Bahkan, kami memberikan dana stimulan/uang kontrol bagi warga yang bersedia melakukan prosedur KB vasektomi dan tubektomi. Bagi masyarakat yang berminat, bisa langsung menghubungi penyuluh KB di wilayah masing-masing,” pungkas Yuli.
Ia mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai pelayanan KB agar menghubungi penyuluh KB di wilayah tempat tinggal masing-masing untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan layanan yang tersedia.
Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kota Semarang menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara DPR RI, DPRD, Kemendukbangga/BKKBN, serta Pemerintah Kota Semarang dalam mendukung pembangunan keluarga.
Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta komunikasi yang sehat dalam lingkungan keluarga.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, ketahanan keluarga diharapkan semakin kuat dan pembangunan keluarga dapat terlaksana secara menyeluruh. Dengan demikian, keluarga dapat berperan optimal dalam melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
Editor: Erk










