Harnas.id, JAKARTA — Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta. Kegiatan ini diikuti 175 peserta yang merupakan wartawan aktif maupun purnawartawan dari berbagai media, beserta suami atau istri mereka dan wartawan dari organisasi pers lainnya.
“ Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat beraktivitas secara optimal, mencari nafkah dengan sebaik-baiknya, atau menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tercinta,” ujar Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.
Menurut Wahyu, pentingnya kesehatan sering kali baru disadari ketika penyakit mulai menyerang. Karena itu, langkah preventif melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi sangat penting. Ia berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan SWSI dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan masa depan para wartawan, khususnya anggota SWSI.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Presiden Prabowo menargetkan peningkatan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan peningkatan layanan kesehatan, termasuk melalui program Cek Kesehatan Gratis, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia).
“Penyakit stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal dapat menyebabkan seseorang meninggal lebih cepat. Jika penyakit-penyakit tersebut bisa diatasi sejak dini, usia para lansia bisa mencapai lebih dari 76 tahun,” ujar Budi saat memberikan sambutan di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kemenkes.
Budi menjelaskan bahwa sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Pertama, tidur selama tujuh jam 40 menit setiap hari. Kedua, berolahraga lima hari dalam seminggu, masing-masing minimal 30 menit. Aktivitas tersebut dapat berupa berjalan kaki, berlari pada pagi hari, atau bermain bulu tangkis. Ketiga, menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan secukupnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin setiap tiga bulan melalui program CKG di puskesmas. Beberapa indikator kesehatan yang perlu diperhatikan antara lain tekanan darah, kadar gula darah, kondisi jantung, serta perbandingan berat badan dan tinggi badan. Bahkan, ukuran lingkar pinggang dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai kondisi kesehatan.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti tantangan kesehatan yang dihadapi wartawan akibat tuntutan pekerjaan. Menurutnya, tekanan psikologis dan gangguan kesehatan mental dapat memengaruhi pola pikir, emosi, serta suasana hati sehingga mengganggu kemampuan wartawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Memang tidak mudah menjalankan tugas sebagai wartawan. Misalnya, mereka harus meliput konflik yang dapat memengaruhi kondisi psikologis. Karena itu, kuncinya adalah memberikan jeda antara satu liputan berat dan liputan berat lainnya. Hal ini tidak hanya dialami wartawan di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Meutya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa program CKG SWSI mengusung semboyan “Wartawan Senior Sehat, Negara Lebih Kuat”. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama antara SWSI dan Kemenkes untuk mendekatkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, khususnya komunitas wartawan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TBC) dan hepatitis, deteksi kesehatan jantung, serta konsultasi dokter. Peserta perempuan juga dapat mengikuti tes IVA untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Pemeriksaan IVA bersifat opsional.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta yang hadir. Peserta yang terdeteksi memiliki risiko kesehatan akan kami arahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan,” kata Wahyu.
Ia menegaskan bahwa upaya membangun bangsa yang sehat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Kerja sama antara SWSI dan Kemenkes menjadi contoh sinergi lintas sektor yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Atas nama pendiri, pengurus, dan seluruh anggota SWSI, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan dan Puskesmas Tebet atas dukungan serta kontribusinya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan hari ini,” tambah Wahyu.
Menutup sambutannya, Wahyu berpesan agar seluruh peserta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis yang bertugas. Ia berharap kegiatan CKG ini menjadi momentum bagi para wartawan untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Erk











