Harnas.id, JAKARTA — Sejumlah wartawan senior dari berbagai latar belakang media mendeklarasikan pembentukan Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI). Deklarasi ini menjadi penegasan sikap atas pentingnya menjaga kemerdekaan pers di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin kompleks.
Dalam pernyataan resminya, para pendiri menyebut bahwa kemerdekaan pers, kebebasan berpendapat, dan hak berserikat merupakan fondasi utama demokrasi. Nilai tersebut dinilai harus terus dijaga sebagaimana dijamin dalam konstitusi.
Para wartawan senior yang tergabung juga menegaskan komitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Mereka menyatakan tanggung jawab moral untuk tetap berpijak pada kebenaran dan keadilan, sekaligus memastikan suara publik tidak terpinggirkan.
Selain itu, pengalaman panjang yang dimiliki para anggota dinilai sebagai modal penting. Mereka berkomitmen menjaga integritas, profesionalitas, dan kompetensi agar tetap relevan sebagai kekuatan intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks perubahan zaman, SWSI juga menyoroti dinamika sosial, politik, dan budaya yang kian cepat. Termasuk di dalamnya disrupsi arus informasi serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang memengaruhi praktik jurnalistik.
Para pendiri menilai, kondisi tersebut menuntut kehadiran suara yang jernih dan independen. Analisis yang tajam serta pandangan yang objektif dianggap semakin dibutuhkan di tengah derasnya informasi yang beredar.
SWSI dibentuk sebagai wadah bersama bagi wartawan senior untuk tetap berkontribusi. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, kebijaksanaan, dan suara nurani dalam menjaga marwah jurnalistik.
Melalui wadah ini, para anggota juga ingin mendorong lahirnya pemikiran konstruktif. Tujuannya tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga sebagai referensi bagi dunia usaha dan pemerintah dalam mengambil arah kebijakan.
Deklarasi SWSI dilakukan di Jakarta pada Jumat Wage, 17 April 2026. Pembentukan organisasi ini disebut sebagai bagian dari kesadaran kolektif dan tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.
Adapun para pendiri yang terlibat antara lain Abdullah Alamudi, Banjar Chaeruddin, Budiman Tanuredjo, Don Bosco Salamun, Firdaus Baderi, Heddy Lugito, Herbert Timbo Siahaan, Husain Abdullah, Ilham Bintang, Karni Ilyas, Kemal Effendi Gani, Marah Sakti Siregar, Marthen Selamet Susanto, Rahmi Hidayati, Suryopratomo, Toto Irianto, dan Wahyu Muryadi.
Kehadiran SWSI menjadi salah satu respons atas tantangan dunia jurnalistik saat ini. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, peran wartawan senior dinilai tetap penting sebagai penjaga kualitas dan etika pemberitaan.
Editor: IJS











