Pertemuan Dirjen Hubla Kemenhub R. Agus H. Purnomo dengan Dubes Panama untuk Indonesia Manuel Antonio Saturno Escala di kantor Kemenhub Jakarta | HUBLA. DEPHUB.GO.ID

HARNAS.ID- Pemerintah Indonesia mendorong perjanjian pengakuan sertifikasi pelaut dengan Panama segera dituntaskan. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) R Agus H Purnomo dengan Duta Besar (Dubes) Panama untuk Indonesia Manuel Antonio Saturno Escala.

“Indonesia merupakan salah satu sumber tenaga kerja pelaut terbesar di dunia. Memanfaatkan keunggulan Panama di bidang Maritim, Indonesia berharap perjanjian pengakuan sertifikasi pelaut antara RI dan Panama dapat segera diselesaikan untuk mendorong peningkatan kerja sama terkait pelaut,” kata Agus seperti dilansir laman Ditjen Hubla Kemenhub, Rabu (25/11/2020).

Indonesia dan Panama sebelumnya telah melakukan pembahasan naskah  Perjanjian Pengakuan Sertifikasi Pelaut RI-Panama pada Maret 2019. Selanjutnya pihak Autoridad Maritima de Panama (AMP) mengusulkan keinginannya untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna melakukan verifikasi atas fasilitas yang tersedia serta observasi atas prosedur terkait standar kompetensi, sertifikasi, peraturan pelatihan dan hal-hal lain terkait pelatihan Pelaut RI. Pada  November 2019, pihak AMP meminta agar rencana kunjungan kerja tersebut diundur hingga tahun 2020. Namun, rencana kunjungan belum dapat dilakukan karena pandemi COVID-19.

Sebagai informasi, berdasarkan Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) yang dikeluarkan Ditjen Hubla Kemenhub, kapal berbendera Panama yang berkunjung ke Indonesia tahun 2019 sebanyak 15.519 kapal. Sedangkan tahun 2020 sebanyak 12.704 kapal.

Selain itu, berdasarkan grafik perbandingan kapal, pada tahun 2019 sebanyak empat PKKA yang diterbitkan dari atau ke Panama. Di tahun 2020 turun menjadi dua.

Lebih jauh, selain mengenai sertifikasi pelaut, pertemuan membahas sejumlah hal penting dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi antar kedua negara, khususnya pada sektor transportasi.

Menurut Agus, hingga September 2020, Indonesia dan Panama telah banyak bekerjasama dalam meningkatkan sektor perekonomian untuk kedua negara salah satunya adalah  Indonesia mengekspor komoditas Plywood ke Panama.

Disamping itu, Indonesia dan Panama juga telah memiliki kerja sama saling dukung terkait pencalonan di forum-forum multilateral. Kerja sama saling dukung antara kedua negara meliputi pencalonan masing-masing negara dalam Dewan Keamanan PBB, periode 2019-2020 untuk Indonesia. Sedangkan periode 2025-2026 untuk Panama. Selain itu, dukungan pencalonan Indonesia dalam Postal Operation Council, Universal Postal Union 2021-2024 dengan pencalonan kandidat Panama dalam Committee on the Rights of Person with Disabilities (CPRD) periode yang sama. 

“Sekiranya Panama mengajukan permintaan kerja sama pencalonan dalam International Maritime Orrganization (IMO), Indonesia akan mempertimbangkan kerja sama saling dukung untuk pencalonan di organisasi yang sama,” tuturnya. 

Sementara itu, Indonesia telah menyelenggarakan Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum 2020 yang berlangsung secara hybrid selama tiga hari 9-11 November 2020 untuk mendorong interaksi diantara para pebisnis di Indonesia dengan negara Amerika Latin dan Karibia yang potensinya sangat besar.

Editor: Aria Triyudha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini