Batu Tebing Jatuh Timpa Penambang Emas di Sumbawa, 3 Orang Tewas

Petugas melakukan olah TKP di lokasi tambang rakyat Lawang Tua, Kabupaten Sumbawa. Foto: Polri
Petugas melakukan olah TKP di lokasi tambang rakyat Lawang Tua, Kabupaten Sumbawa. Foto: Polri

Harnas.id, SUMBAWA – Aktivitas penambangan emas rakyat di lokasi Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, berujung kecelakaan pada Sabtu (5/9/2026) malam. Material batu dari bagian tebing jatuh dan menimpa sejumlah penambang yang sedang mengambil material di bawahnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, para korban bersama penambang lainnya tengah bekerja di bawah tebing ketika seorang penambang di bagian atas melakukan pencongkelan atau pembetel batu.

Batuan yang terlepas kemudian jatuh ke bawah dan mengenai para penambang yang berada di lokasi. Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia dan sejumlah penambang lainnya mengalami luka-luka.

Dari tiga korban meninggal dunia, satu orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Dua korban lainnya sempat dibawa ke Puskesmas Lantung, namun nyawanya tidak tertolong.

Seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Lantung untuk mendapatkan penanganan. Sejumlah korban yang mengalami luka kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Adapun identitas korban dalam peristiwa tersebut yakni:

  1. Farel, 17 tahun, warga Dusun Pelita, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, dibawa pulang oleh keluarga.
  2. Muslimin, 47 tahun, warga Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, dirujuk ke RSUD Provinsi.
  3. Novan Widianto, 25 tahun, warga Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, dirujuk ke RSUD Provinsi.
  4. Suryono, 43 tahun, warga Desa Langam, Kecamatan Lopok, dirujuk ke RSUD Provinsi.
  5. Saifullah, 58 tahun, warga Dusun Pelita, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, meninggal dunia di Puskesmas.
  6. Imansyah, 19 tahun, warga Dusun Pelita, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, meninggal dunia di Puskesmas.
  7. Syarapuddin, 44 tahun, warga Dusun Leweng, Desa Mamak, Kecamatan Lopok, meninggal dunia di lokasi kejadian.
  8. Samsul, 45 tahun, warga Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, dibawa pulang oleh keluarga.
  9. Jihan Ramdani, 21 tahun, warga Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, dibawa pulang oleh keluarga.

Sekitar pukul 00.30 Wita, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, S.Ik bersama Kabag Ops AKP Antonius Dopo, S.Ap, M.Pd, Kasat Intelkam AKP Abdul Haris, SH, dan Kasat Reskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, S.Tr.K tiba di lokasi kejadian.

Tim Identifikasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area dan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan risiko keselamatan yang melekat pada aktivitas penambangan rakyat, terutama ketika pekerjaan dilakukan di area tebing dengan kondisi batuan yang berpotensi bergerak. Dalam kejadian ini, aktivitas pencongkelan batu dari bagian atas tebing disebut tidak disertai koordinasi dengan penambang yang berada di bawah.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan batuan terlepas dan jatuh ke area tempat para penambang bekerja. Minimnya standar keselamatan di lokasi penambangan juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan serupa.

Lokasi tambang rakyat disebut umumnya belum dilengkapi sarana perlindungan diri yang memadai. Selain risiko tertimpa material batuan, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan potensi kecelakaan lain, termasuk longsor atau runtuhan material di sekitar area tambang.

Polisi masih melakukan penanganan di lokasi setelah kecelakaan tersebut. Garis polisi dipasang untuk membatasi aktivitas di area kejadian sekaligus memastikan proses olah TKP dapat dilakukan.

Editor: IJS