Kebakaran TPAS Galuga Belum Padam, 400 Personel Dikerahkan dan Water Bombing Disiapkan

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penanganan kebakaran menjadi lebih intensif sejak Jumat malam. Hal itu disampaikan Dedie seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026). Foto: Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penanganan kebakaran menjadi lebih intensif sejak Jumat malam. Hal itu disampaikan Dedie seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026). Foto: Pemkot Bogor

Harnas.id, BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Upaya pemadaman diperluas dengan melibatkan personel, peralatan, serta dukungan dari sejumlah instansi dan pemerintah daerah.

Dukungan tambahan datang dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Damkar Pemerintah Kota Depok. Bantuan tersebut dikerahkan untuk memperkuat penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan TPAS Galuga.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penanganan kebakaran menjadi lebih intensif sejak Jumat malam. Hal itu disampaikan Dedie seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026).

“Sejak semalam penanganan lebih intens, ada bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Untuk itu, terima kasih kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok,” kata Dedie.

Menurutnya, Pemkot Bogor masih mengharapkan dukungan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja. Upaya tersebut sebelumnya telah dilakukan beberapa kali, tetapi pelaksanaannya menghadapi kendala kondisi cuaca.

“Namun demikian, kami masih mengharapkan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja yang hingga kemarin, Jumat sore, sudah beberapa kali melakukan sorti, namun terkendala faktor cuaca dan hari ini mungkin ditunda. Mudah-mudahan sore atau lusa dapat kita lakukan lagi water bombing,” ujarnya.

Selain mengandalkan dukungan udara, Pemkot Bogor terus mengerahkan berbagai sumber daya yang tersedia di lapangan. Penambahan personel dan peralatan juga dilakukan melalui sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor.

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor turut mengambil bagian dalam penanganan tersebut. Dukungan diberikan melalui penyediaan logistik, suplai air, serta kebutuhan lain yang diperlukan selama proses pemadaman berlangsung.

Dedie menyebut total kekuatan yang saat ini dimaksimalkan mencapai sekitar 400 personel dari berbagai unsur. Penanganan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor karena lokasi TPAS Galuga berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor.

“Total potensi yang kita miliki 400 personel dari berbagai elemen. Dukungan yang cukup banyak juga datang dari Pemkab Bogor, mengingat lokasi kejadian ada di daerah Kabupaten Bogor. Dukungan lainnya datang dari Korem 061/Suryakancana,” ujar Dedie.

Pemkot Bogor juga menyiapkan langkah lain di luar pemadaman langsung. Pemerintah kota berencana meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membantu upaya rekayasa cuaca.

Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan dukungan tambahan dari berbagai pihak.

Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa personel. Pemkot Bogor juga membuka koordinasi untuk memperoleh bantuan teknologi, logistik, maupun sumber daya lain yang dinilai dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran di TPAS Galuga.

Di sisi lain, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Pemkot Bogor pun merencanakan pelaksanaan salat Istisqa dan doa bersama pada Senin atau Selasa mendatang.

Dedie mengatakan kebakaran pada tumpukan sampah yang telah berlangsung lama memiliki karakter penanganan yang tidak sederhana. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Ini sesuatu yang baru buat kita, memadamkan api dalam tumpukan sampah yang sudah menahun akan sulit kalau tidak ada bantuan dari berbagai pihak. Salah satu cara yang paling efektif adalah turunnya hujan,” ucap Dedie.

Menurut Dedie, pelaksanaan salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Bogor di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Pemerintah berharap hujan dapat membantu proses pemadaman di kawasan TPAS Galuga.

“Untuk itu, kita sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Istisqa. Di tengah kemarau yang panjang ini, kita memohon kepada Allah SWT memberikan hujannya untuk pemadaman di TPAS Galuga,” pungkas Dedie Rachim.

Editor: IJS