Bank Muamalat, BMM, dan Dewan Dakwah Luncurkan Program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri

Peluncurkan program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji

Harnas.id, JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia meluncurkan program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri. Program ini bertujuan mendukung kesejahteraan para dai dan guru ngaji yang mengabdi di wilayah terpencil dan pedalaman Indonesia melalui pemberian tunjangan bulanan atau mukafaah.

Direktur Eksekutif BMM Tegar Sangga Barkah mengatakan, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para pengajar agama. Dukungan finansial yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga kelangsungan dakwah, memperkuat pendidikan karakter berbasis agama, serta memotivasi para dai dan guru ngaji untuk terus mengabdi di tengah keterbatasan ekonomi.

“Program ini menyediakan dukungan mukafaah selama satu tahun penuh bagi para dai dan guru ngaji guna memastikan keberlanjutan pengabdian mereka di daerah-daerah terpencil di Indonesia,” ujar Tegar.

Ia menambahkan, program yang diinisiasi bersama oleh sektor perbankan syariah dan lembaga amil zakat nasional ini difokuskan untuk menjangkau dai dan guru ngaji yang bertugas di lima wilayah, yakni Tabalong, Kalimantan Selatan; Tolitoli, Sulawesi Tengah; Riau; Nusa Tenggara Timur (NTT); serta Timor Leste.

Menurut Tegar, dukungan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Keberadaan dai dan guru ngaji tidak hanya berperan dalam menyebarkan ajaran agama, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter masyarakat.

“Dukungan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Ketika para dai dan guru ngaji terus mengabdi, ilmu serta kebaikan yang mereka ajarkan akan mengakar kuat di tengah masyarakat,” ucap Tegar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sekaligus Pembina BMM, Imam Teguh Saptono, mengatakan bahwa dukungan kepada para dai dan guru ngaji merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an, terutama di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses dan sumber daya.

Menurut Imam, para dai dan guru ngaji merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan literasi Al-Qur’an. Pengabdian mereka menjadi semakin penting ketika harus dijalankan di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi ekonomi.

“Bank Muamalat dan BMM menegaskan komitmennya untuk mendampingi para dai dan guru ngaji di pelosok negeri. Kepedulian kepada mereka merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga keberlanjutan dakwah sekaligus memberikan dampak luas bagi terciptanya masyarakat pedalaman yang religius dan sejahtera,” pungkas Imam.

Melalui program ini, Bank Muamalat, BMM, dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia berharap dapat memperkuat dukungan terhadap para dai dan guru ngaji yang mengabdi di wilayah terpencil. Sinergi tersebut diharapkan turut menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an, memperluas manfaat dakwah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok negeri.

Editor: Erk