Petugas medis melakukan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada seorang penumpang pesawat di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2020). ANTARA FOTO | JESSICA HELENA WUYSANG

HARNAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin harga tes PCR kembali diturunkan menjadi Rp 300 ribu. Kementerian Kesehatan optimistis, permintaan orang nomor satu di Indonesia itu bisa terealisasi.

“Bapak presiden tentu sudah menghitung dan mendapatkan informasi tentang berapa harga reagen berapa harga pemeriksaan dan berapa kapasitas yang bisa kita lakukan untuk melakukan pemeriksaan PCR,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwomo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (26/10/2021). 

Dante mengatakan Jokowi sudah menghitung harga modal dalam menentukan angka Rp 300 ribu untuk sekali tes PCR. Harga itu diyakini sudah memberikan keuntungan bagi perusahaan penyedia bahan baku PCR.

“Kita sudah melakukan persiapan antara lain melakukan pemodalan untuk menyederhanakan harga reagen yang masuk itu yang paling penting. Karena itu adalah komponen terbesar dari seluruh pembiayaan dalam tes PCR,” ujar Dante.

Dante juga menyebut penurunan harga tes PCR penting saat ini. Tes itu dibutuhkan untuk mencegah adanya gelombang COVID-19 ketiga.

“Karena data yang paling penting untuk melakukan identifikasi COVID-19 untuk mencegah terjadinya gelombang-gelombang berikutnya adalah melakukan testing yang tepat,” tutur Dante.

Kementerian Kesehatan akan segera menindaklanjuti permintaan Jokowi. Kementerian Kesehatan berharap penurunan harga PCR rampung dengan cepat.

Editor: Firli Yasya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini