
Harnas.id, JAKARTA – Forum Senior (FS) GMKI Medan wilayah Jabodetabek kembali mempererat hubungan persahabatan dengan Paduan Suara Gereja Konta Gyeonggi, Korea Selatan, melalui sebuah konser bertajuk “Arirang: Musik Mempersatukan Multi Kultural”. Kegiatan yang digelar di Gereja Evergreen, Cilandak Barat, Jakarta, pada akhir pekan lalu itu menjadi ruang perjumpaan budaya yang dikemas melalui pertunjukan musik dan paduan suara.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari hubungan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir antara FS GMKI Medan dan Gereja Konta Gyeonggi. Selain memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara, konser juga menjadi wadah mempererat persaudaraan lintas bangsa melalui bahasa universal, yakni musik.
Ketua FS GMKI Medan, Daniel Simanjuntak, mengatakan konser kali ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan di Korea Selatan. Tahun lalu, kata dia, rombongan FS GMKI Medan berkesempatan melakukan kunjungan balasan ke Negeri Ginseng sebagai bagian dari program pertukaran budaya.
“Ini konser bersama yang kedua. Tahun lalu, kami dari FS GMKI Medan yang lakukan kunjungan kasih ke Korea Selatan. Spesialnya padus FS GMKI Medan diiringi pianis dari Korea Selatan. Ini memberikan bukti lewat musik dapat menyatukan kelompok dan berbagai perbedaan, dengan rasa cinta kasih sesama,” ujar Daniel.
Dalam konser tersebut, masing-masing kelompok paduan suara menampilkan lagu-lagu dengan ciri khas budaya masing-masing. Penampilan tamu dari Korea Selatan menjadi salah satu momen yang menarik perhatian ketika mereka mengenakan batik sambil membawakan lagu Batak berjudul “Sege-Sege”, yang mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Selain penampilan FS GMKI Medan Jabodetabek dan Paduan Suara Gereja Konta Gyeonggi, konser juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Blessing serta Justitia & Friends. Secara bergantian, para peserta membawakan lagu rohani, lagu tradisional, hingga lagu populer yang sarat dengan pesan persaudaraan dan nilai kemanusiaan.
Suasana konser semakin hangat ketika seluruh pengisi acara tampil bersama pada penghujung kegiatan. Interaksi yang terjalin antara peserta dan penonton menciptakan nuansa kebersamaan yang mencerminkan semangat multikultural sesuai tema konser.
Daniel menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan di tengah keberagaman budaya dan latar belakang yang berbeda.
“Dengan kegiatan ini tak hanya sekedar tampil, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan mampu mempererat silaturahmi dengan berbagai perbedaan,” katanya.
Sebelum konser berlangsung, rombongan dari Korea Selatan juga diajak mengunjungi Anjungan Sumatera Utara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Dalam kunjungan itu mereka diperkenalkan dengan keberagaman etnis di Sumatera Utara, rumah-rumah adat, serta berbagai kekayaan budaya daerah.
Para tamu juga disuguhkan pertunjukan Tari Sigale-gale, tarian adat Batak Toba, menikmati kuliner khas Batak, hingga prosesi tudu-tudu sipanganon sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke pusat perbelanjaan Thamrin City untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Indonesia.
Daniel menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan persahabatan tersebut selalu diawali dengan ibadah dan ditutup dengan doa bersama. Ia berharap hubungan baik antara FS GMKI Medan dan Gereja Konta Gyeonggi Korea Selatan terus berkembang sehingga dapat melahirkan lebih banyak program kolaborasi di bidang budaya, sosial, maupun kemanusiaan pada masa mendatang.
Editor: IJS










