Tampil Anggun dengan Balutan Baju Bodo, Angklung Srikandi Buka Rangkaian Wisata Kebangsaan FMP 2026 di Balai Kirti

Angklung Srikandi tampil dengan Baju Bodo dalam pembukaan Wisata Kebangsaan Festival Merah Putih 2026 di Balai Kirti, Bogor. Foto: Harnas.id
Angklung Srikandi tampil dengan Baju Bodo dalam pembukaan Wisata Kebangsaan Festival Merah Putih 2026 di Balai Kirti, Bogor. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR – Alunan musik angklung mengawali rangkaian Wisata Kebangsaan dalam Festival Merah Putih (FMP) 2026 di Balai Kirti, Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Bogor, Selasa (18/8/2026).

Penampilan Angklung Srikandi Bogor Baru menjadi bagian dari pembukaan kegiatan yang diikuti peserta dari kalangan pelajar. Mengenakan busana tradisional Baju Bodo, para anggota Angklung Srikandi membawakan sejumlah lagu sebelum peserta memulai agenda kunjungan ke Museum Kepresidenan.

Angklung Srikandi berfoto bersama di depan patung para Presiden Republik Indonesia di Balai Kirti, Bogor. Foto: Harnas.id
Angklung Srikandi berfoto bersama di depan patung para Presiden Republik Indonesia di Balai Kirti, Bogor. Foto: Harnas.id

Dalam pembukaan tersebut, Angklung Srikandi membawakan sebanyak sepuluh lagu. Penampilan di antaranya mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu Dari Bogor Untuk Indonesia, dan beberapa lagu nasional sebelum rangkaian acara dilanjutkan dengan agenda resmi Festival Merah Putih.

Selain penampilan Angklung Srikandi, kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua Festival Merah Putih 2026 Syahril, Penanggungjawab Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Linda Siagian, Kepala Istana Kepresidenan Bogor Erwin Wicaksono, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi.

Penanggungjawab Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Linda Siagian, mengatakan keterlibatan Angklung Srikandi merupakan bentuk kolaborasi yang baru dilakukan dalam rangkaian Festival Merah Putih tahun ini.

“Untuk pengisi acaranya, kebetulan kami berkolaborasi dengan Srikandi Angklung Bogor. Ini baru pertama kali kami lakukan di rangkaian Festival Merah Putih,” ujar Linda.

Menurut Linda, penampilan angklung juga menjadi bagian dari penyambutan peserta yang untuk pertama kalinya mengunjungi Museum Kepresidenan. Musik tradisional tersebut mengiringi rangkaian pembukaan sebelum peserta diarahkan mengikuti tur museum.

“Ada beberapa lagu, ketika pembukaan sampai selesai pembukaan, untuk mengiringi anak-anak yang perdana mengunjungi museum,” katanya.

Kegiatan Wisata Kebangsaan dalam rangkaian Festival Merah Putih 2026 melibatkan 1.045 peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengondisian peserta di area depan Patung Presiden, kemudian dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, penampilan Angklung Srikandi, sambutan sejumlah pejabat, serta pembukaan simbolis Wisata Kebangsaan.

Angklung Srikandi berfoto di kawasan Istana Kepresidenan Bogor dalam rangkaian Festival Merah Putih 2026. Foto: Harnas.id
Angklung Srikandi berfoto di kawasan Istana Kepresidenan Bogor dalam rangkaian Festival Merah Putih 2026. Foto: Harnas.id

Setelah pembukaan, peserta mengikuti tur kebangsaan dengan pemandu museum. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia melalui koleksi dan informasi yang tersedia di Balai Kirti.

Linda mengatakan keberadaan berbagai kegiatan di museum diharapkan dapat membuat masyarakat, terutama generasi muda, memperoleh pengalaman sekaligus pengetahuan dari sejarah kepemimpinan bangsa.

“Harapan kami mudah-mudahan generasi muda ataupun semua masyarakat yang berkunjung ke Balai Kirti ini bisa mendapatkan inspirasi, motivasi, khususnya generasi muda kita yang sekarang,” ujarnya.

Ia juga berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus dilakukan pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang digelar dapat membantu memperkenalkan Museum Kepresidenan sebagai ruang edukasi sejarah dan kebangsaan.

Kehadiran Angklung Srikandi dengan balutan Baju Bodo menjadi salah satu warna budaya dalam pembukaan Wisata Kebangsaan. Seni musik tradisional tersebut hadir berdampingan dengan agenda edukasi sejarah, mempertemukan kekayaan budaya Nusantara dengan ruang pembelajaran tentang perjalanan kepemimpinan Indonesia.

Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti sendiri terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung dapat melakukan pendaftaran melalui formulir yang disediakan atau menghubungi admin museum melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai tata cara kunjungan.

Editor: US