226 Pemanah Rebutan Medali di Porprov Jabar 2026, Atlet Olimpiade Ikut Turun di Bogor

Atlet dari 23 kabupaten/kota mengikuti pertandingan cabang olahraga panahan Porprov XV Jawa Barat 2026 di Stadion Pajajaran, Kota Bogor. (Dok. Istimewa)
Atlet dari 23 kabupaten/kota mengikuti pertandingan cabang olahraga panahan Porprov XV Jawa Barat 2026 di Stadion Pajajaran, Kota Bogor. (Dok. Istimewa)

Harnas.id, BOGOR – Stadion Pajajaran, Kota Bogor, menjadi arena persaingan ratusan pemanah dari berbagai daerah dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Sekitar 226 atlet putra dan putri yang mewakili 23 kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi tersebut, Selasa (3/11/2026). Mereka bersaing di sejumlah nomor untuk memperebutkan medali sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang telah dijalani masing-masing daerah.

Ketua Panitia Porprov, Mohammad Rizal Barnadi, mengatakan pertandingan panahan dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 3 hingga 10 November 2026. Pada hari pertama, seluruh rangkaian perlombaan berjalan lancar sejak pagi dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung.

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari pertama lomba panahan dalam rangka Porprov ke-15. Dari pagi sampai saat ini berjalan dengan lancar, didukung oleh cuaca yang cukup baik,” ujar Rizal.

Berdasarkan hasil pertandingan sesi pagi, kemampuan para atlet dari sejumlah kontingen terlihat cukup kompetitif. Persaingan yang relatif berimbang tersebut memperlihatkan bahwa masing-masing daerah telah melakukan persiapan serius melalui latihan dan berbagai uji tanding sebelum memasuki arena Porprov.

Sejumlah kontingen yang memiliki atlet berpengalaman di level nasional, termasuk atlet penghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), mulai memperlihatkan kekuatannya. Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, serta tuan rumah Kota Bogor menjadi beberapa daerah yang mendapat perhatian dalam persaingan hari pembukaan.

Persaingan pada nomor beregu bahkan sudah menghasilkan peraih medali emas pada hari pertama. Kota Bekasi dan Kota Bandung termasuk kontingen yang berhasil mengamankan emas dari nomor tersebut. Hasil awal ini sekaligus menunjukkan ketatnya perebutan posisi dalam cabang olahraga panahan Porprov tahun ini.

Sebagai tuan rumah, Kota Bogor mengikutsertakan tujuh atlet untuk bersaing di beberapa nomor pertandingan. Komposisi tersebut mencakup nomor nasional, compound putri, dan recurve putra. Para atlet lokal ini diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan bertanding di hadapan publik sendiri untuk mencatatkan hasil terbaik.

Di tengah pelaksanaan kompetisi, tim medis bersama Dinas Kesehatan juga memberikan penanganan kepada satu hingga dua atlet yang mengalami kelelahan maupun cedera ringan. Penanganan dilakukan untuk memastikan kondisi atlet tetap terpantau selama pertandingan berlangsung. Meski terdapat insiden tersebut, secara keseluruhan kegiatan tetap berjalan sesuai agenda.

Rizal berharap kompetisi panahan tidak hanya menghasilkan para juara dan perolehan medali bagi setiap daerah. Menurutnya, Porprov juga memiliki peran penting sebagai ruang pemantauan sekaligus pembuktian kemampuan atlet yang berpotensi melanjutkan karier ke tingkat kompetisi lebih tinggi.

Terlebih, persaingan tahun ini turut melibatkan sejumlah pemanah yang telah memiliki pengalaman di panggung internasional. Beberapa di antaranya pernah tampil dalam ajang bergengsi seperti Olimpiade dan SEA Games. Kehadiran atlet berpengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri sekaligus kesempatan bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan mereka.

“Ya tentu ini bukan hasil akhir, ini bagi mereka merupakan mungkin juga langkah awal untuk menjadi atlet-atlet yang lebih berprestasi di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” katanya.

Dengan jadwal pertandingan yang masih berlangsung hingga 10 November 2026, peluang setiap kontingen untuk menambah koleksi medali masih terbuka. Selain menjadi ajang persaingan antardaerah, hasil Porprov kali ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan pembinaan panahan di Jawa Barat serta melahirkan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Editor: IJS