238 Pesilat Bersaing di Porprov Jabar 2026, Protes Kontingen Jadi Bagian Dinamika Pertandingan

Atlet mengikuti pertandingan cabang pencak silat Porprov XV Jawa Barat 2026 di Stadion Pajajaran, Kota Bogor. (Dok. Istimewa)
Atlet mengikuti pertandingan cabang pencak silat Porprov XV Jawa Barat 2026 di Stadion Pajajaran, Kota Bogor. (Dok. Istimewa)

Harnas.id, BOGOR – Sebanyak 238 atlet pencak silat dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat meramaikan pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Stadion Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (4/11/2026). Para peserta yang berusia 17 hingga 31 tahun bersaing dalam sejumlah nomor untuk memperebutkan tempat di babak berikutnya.

Kompetisi kali ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni tanding dan seni. Dengan total 22 kelas yang diperlombakan, setiap kontingen berupaya menampilkan kemampuan terbaik demi mengamankan peluang meraih medali dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Pencak Silat, Frirman, menyampaikan bahwa pelaksanaan pertandingan sejauh ini berlangsung sesuai rencana. Meski masih terdapat beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan, panitia terus melakukan upaya perbaikan agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan sebagaimana mestinya.

“Penyelenggaraan pertandingan berjalan sesuai harapan. Kalau memang ada kekurangan, itu menjadi bagian dari evaluasi. Kami berjuang agar pelaksanaan bisa sesuai dengan harapan,” ujar Frirman.

Ia menjelaskan, hingga hari pertama pertandingan belum ditemukan gangguan teknis yang berarti. Sementara itu, sejumlah keberatan atau protes yang disampaikan peserta maupun kontingen dipandang sebagai hal yang tidak terpisahkan dari persaingan olahraga.

“Kalau protes, itu bagian dari dinamika pertandingan. Hal tersebut wajar terjadi dalam sebuah kompetisi,” katanya.

Lebih jauh, Frirman berharap penyelenggaraan pencak silat Porprov XV Jabar tidak hanya menjadi arena perebutan medali antardaerah. Kompetisi ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarwilayah sekaligus menjadi ruang untuk menemukan atlet-atlet potensial yang dapat mewakili Jawa Barat pada kejuaraan tingkat nasional.

Sementara itu, Dewan Hakim pertandingan, Wahyu, menjelaskan bahwa agenda pada hari pertama masih didominasi babak penyisihan. Para pesilat harus melewati tahapan tersebut sebelum bisa mengamankan posisi di semifinal hingga final. Karena itu, persaingan diperkirakan semakin menarik seiring bertambahnya tahapan pertandingan.

“Ini hari pertama pertandingan. Semua atlet masih berupaya untuk lolos, minimal ke semifinal dan tentunya berharap bisa sampai ke final. Persaingan masih berlangsung ketat,” ungkap Wahyu.

Rangkaian pertandingan pencak silat dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026. Adapun 9 November ditetapkan sebagai agenda penutupan cabang olahraga tersebut. Dengan total 22 kelas yang dipertandingkan, tidak seluruh nomor langsung menyelesaikan tahapan kompetisi pada hari pembukaan.

Wahyu menilai kekuatan para peserta dari berbagai daerah sejauh ini relatif berimbang. Kondisi tersebut membuat peluang setiap atlet masih terbuka, selama mampu menjaga konsentrasi dan menunjukkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.

“Kalau melihat pertandingan sejauh ini, persaingan masih cukup merata. Semua atlet saya yakin akan menampilkan kemampuan terbaik mereka,” tuturnya.

Mengenai keberatan yang diajukan sejumlah kontingen, termasuk Kota Bogor, Wahyu memastikan setiap protes akan ditangani sesuai mekanisme yang berlaku. Penyelenggara berupaya menjaga agar setiap persoalan dalam pertandingan dapat diperiksa secara objektif dan profesional.

Salah satu perangkat yang digunakan untuk mendukung proses evaluasi adalah teknologi Video Assistant Referee (VAR). Teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu untuk meninjau kembali kejadian dalam pertandingan, khususnya ketika terdapat keberatan terhadap keputusan wasit.

“VAR menjadi alat pendukung bukti untuk menentukan kebenaran. Apakah wasit dalam menjalankan tugasnya sudah sesuai secara teknis atau terdapat hal lain yang perlu dievaluasi. Semua akan menjadi bahan pendukung terhadap keputusan pelaksana,” pungkasnya.

Penggunaan VAR diharapkan membantu proses penilaian ketika muncul perbedaan pandangan mengenai keputusan pertandingan. Dengan demikian, penyelenggara memiliki bahan tambahan untuk mengevaluasi jalannya laga, sekaligus menjaga kepercayaan peserta terhadap proses kompetisi.

Persaingan yang masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan akan menjadi ujian bagi seluruh kontingen. Selain kemampuan teknik dan fisik, konsistensi penilaian serta profesionalitas penyelenggara juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pertandingan pencak silat Porprov XV Jawa Barat 2026.

Editor: IJS