ITS Berangkatkan 27 Bus Mudik Gratis, 1.180 Mahasiswa Pulang Kampung Tanpa Tiket

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (pegang bendera) saat bersiap melepas keberangkatan Mudik Gratis bersama ITS. Foto: Humas ITS
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (pegang bendera) saat bersiap melepas keberangkatan Mudik Gratis bersama ITS. Foto: Humas ITS

Harnas.id, SURABAYA — Menjelang Lebaran 2026, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar program mudik gratis bagi sivitas akademika. Sebanyak 27 armada bus diberangkatkan dari kampus ITS, Surabaya, Sabtu (14/3/2026), untuk mengantar peserta menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Program ini menjadi agenda tahunan yang disiapkan kampus guna membantu mahasiswa pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan terjangkau. Selain mahasiswa, beberapa peserta juga berasal dari unsur sivitas akademika lainnya.

Rektor Bambang Pramujati mengatakan program tersebut merupakan bentuk perhatian kampus terhadap kebutuhan mahasiswa yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di daerah asal.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ITS berkomitmen untuk memberikan fasilitas terbaik dari segi keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi sivitasnya,” ujar Bambang saat melepas keberangkatan bus mudik.

Ia menjelaskan, tahun ini jumlah peserta mudik gratis mencapai 1.180 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 32 persen dibandingkan program serupa pada tahun sebelumnya.

Menurut Bambang, peningkatan peserta tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Program ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan, Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITS, Ikatan Alumni ITS, serta dukungan sejumlah mitra perbankan.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Ainur Rofiq Ama, menilai program mudik gratis semacam ini membantu menjaga mobilitas masyarakat tetap aman dan terkelola selama musim mudik.

Selain memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau, program ini juga berkontribusi mengurangi kepadatan kendaraan di jalur mudik menjelang Lebaran.

Rofiq menjelaskan, total terdapat 19 rute perjalanan yang dilayani oleh 27 armada bus. Rute tersebut mencakup berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga bagian barat Pulau Jawa.

Untuk wilayah Jawa Timur, terdapat sembilan rute perjalanan. Di antaranya jalur Pasuruan–Probolinggo–Lumajang–Jember, Lamongan–Bojonegoro–Tuban, Bondowoso–Situbondo–Banyuwangi, serta Malang–Batu.

Rute lain meliputi Madiun–Magetan, Ponorogo–Pacitan, Kediri–Pare–Trenggalek, Tulungagung–Blitar, serta Mojokerto–Jombang–Nganjuk–Ngawi.

Sementara di wilayah Jawa Tengah, program mudik gratis ITS melayani lima rute perjalanan. Jalur tersebut meliputi Rembang–Pati–Kudus–Jepara–Demak serta Sragen–Surakarta–Boyolali–Salatiga–Semarang–Kendal.

Selain itu tersedia rute Yogyakarta–Purworejo–Kebumen–Cilacap, Surakarta–Klaten–Magelang–Temanggung–Wonosobo–Purbalingga–Purwokerto, serta Batang–Pekalongan–Pemalang–Tegal–Brebes.

“Wilayah ini meningkat dua rute dari tahun sebelumnya yang hanya terdapat tiga rute,” ujar Rofiq.

Untuk wilayah barat Pulau Jawa, tersedia lima jalur perjalanan yang meliputi Bandung, Bekasi, Depok–Jakarta, Tangerang–Serang–Cilegon, serta jalur Cirebon–Sumedang–Subang–Purwakarta–Karawang–Bogor.

Dengan rute tersebut, mahasiswa yang berasal dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat juga dapat memanfaatkan program mudik gratis ini.

Selain membantu mahasiswa pulang kampung, kegiatan ini juga dikaitkan dengan kontribusi ITS terhadap agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program transportasi bersama dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan selama musim mudik.

Salah satu peserta mudik, Ahmad Maulana, mahasiswa asal Jabodetabek, mengaku terbantu dengan program tersebut. Menurutnya, fasilitas transportasi gratis membuat biaya perjalanan pulang menjadi jauh lebih ringan.

Ia juga menilai program ini memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman karena disiapkan langsung oleh pihak kampus, termasuk fasilitas tambahan seperti konsumsi dan cenderamata bagi peserta.

Editor: IJS