
Harnas.id, BATU SANGKAR — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatra Barat, dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). UPZ tersebut dinilai berhasil membangun tata kelola penghimpunan zakat yang konsisten, transparan, dan berdampak langsung bagi lingkungan kampus.
Capaian penghimpunan ZIS UPZ UIN Batusangkar sepanjang tahun 2025 bahkan menembus angka Rp1.092.005.524. Nilai tersebut dinilai cukup menonjol untuk ukuran perguruan tinggi dengan jumlah pegawai yang tidak terlalu besar dibanding kampus negeri lainnya di Sumatra Barat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi dapat berjalan optimal apabila dibangun dengan sistem yang jelas dan terukur.
“BAZNAS RI mengapresiasi keberhasilan UPZ UIN Batusangkar dan berharap UPZ Batusangkar dapat menjadi contoh bagi UPZ-UPZ di lingkungan UIN daerah lainnya dalam mengelola zakat,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat penghimpunan zakat berjalan efektif adalah penerapan sistem payroll atau pemotongan langsung dari penghasilan pegawai. Skema tersebut dinilai mampu menjaga kesinambungan penghimpunan zakat sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana umat.
“Pemotongan dilakukan langsung dari seluruh komponen Take Home Pay (THP) pendapatan pegawai, sehingga penghimpunan berjalan konsisten dan transparan,” jelasnya.
Selain aspek penghimpunan, BAZNAS juga menilai pola distribusi zakat yang dilakukan UPZ UIN Batusangkar cukup tepat sasaran. Dana yang terkumpul disalurkan kembali untuk mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa melalui program beasiswa internal kampus.
Ketua UPZ UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Arif Zunzul Maizal, M.Ag., menjelaskan bahwa penerima manfaat beasiswa dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan secara ketat dan diawasi langsung oleh pimpinan universitas.
“Penerima beasiswa diseleksi melalui serangkaian proses yang dipantau langsung oleh Rektor,” kata Arif.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Batusangkar, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd., menilai keberadaan zakat di lingkungan kampus bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial yang dirasakan seluruh sivitas akademika.
Ia menyebut budaya berbagi dan pengelolaan zakat yang berjalan baik menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis di lingkungan kampus.
“Salah satu hikmah zakat yang dirasakan adalah adanya ketenangan dan kerukunan di antara seluruh pegawai dan lingkungan UIN Batusangkar, jauh dari konflik, dan mudah menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.
Keberhasilan UPZ UIN Batusangkar juga menjadi gambaran bahwa potensi zakat di lingkungan pendidikan tinggi masih sangat besar untuk dikembangkan. Tidak hanya sebagai instrumen sosial keagamaan, zakat kini mulai dipandang sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: IJS










