ITS Diganjar Penghargaan Maritim, Kampus Pahlawan Mulai Bicara Dominasi Teknologi Laut

Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD (dua dari kanan) mewakili ITS menerima penghargaan pada malam puncak East Java Maritime Awards 2026. Foto: Humas ITS
Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD (dua dari kanan) mewakili ITS menerima penghargaan pada malam puncak East Java Maritime Awards 2026. Foto: Humas ITS

Harnas.id, SURABAYA – Kiprah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam pengembangan teknologi kemaritiman kembali mendapat pengakuan. Kampus berbasis teknologi yang berlokasi di Surabaya itu dinobatkan sebagai Pelopor Pengembangan SDM dan Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam ajang East Java Maritime Awards 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam puncak East Java Maritime Awards 2026 yang berlangsung Rabu (20/5/2026). Ajang ini menjadi bentuk apresiasi terhadap institusi maupun tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan sektor maritim di Jawa Timur.

Pengakuan tersebut sekaligus menegaskan posisi ITS sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi kelautan dan maritim di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, ITS dikenal aktif mengembangkan inovasi di bidang transportasi laut, teknologi perkapalan hingga penguatan ekosistem ekonomi maritim nasional.

Penghargaan emas itu diterima langsung oleh Wakil Rektor III bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi ITS, Imam Baihaqi. Ia menyebut penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa sektor kemaritiman masih membutuhkan banyak inovasi dan sumber daya manusia unggul.

Menurut Imam, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi laut yang sangat besar dan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan teknologi maritim dan logistik laut dinilai menjadi sektor strategis yang harus terus dikembangkan.

“Oleh karena itu, kekayaan bahari yang ada perlu dikelola secara maksimal, dapat dimulai dari teknologi transportasi laut serta aktivitas logistik yang maju,” ujar Imam.

Ia menjelaskan, ITS selama ini berkomitmen mencetak SDM yang mampu menjawab tantangan industri kemaritiman modern. Tidak hanya di sektor akademik, ITS juga aktif mendorong lahirnya inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Melalui Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), ITS diketahui telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang mendukung sektor maritim nasional. Beberapa di antaranya seperti i-Stow, Lamusa hingga Hexareef yang telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.

i-Stow merupakan teknologi perkapalan untuk mendukung efisiensi penyimpanan dan logistik laut. Sementara Lamusa dikembangkan sebagai lampu LED bawah air ramah lingkungan untuk membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan ikan.

Selain itu, ITS juga mengembangkan Hexareef, struktur pelindung pantai buatan yang dirancang untuk membantu menjaga ekosistem terumbu karang sekaligus mengurangi dampak abrasi pantai.

Imam menilai penghargaan yang diterima ITS kali ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus melahirkan inovasi baru di sektor kemaritiman.

“Ini menjadi pacuan utama kami bahwa hingga hari ini masih banyak pekerjaan rumah yang perlu ITS kembangkan untuk memajukan ekonomi pekerja laut,” tuturnya.

Senada dengan itu, Dekan FTK ITS, Setyo Nugroho, mengatakan penghargaan tersebut akan menjadi semangat baru bagi ITS dalam mengembangkan inovasi teknologi kelautan dalam negeri.

“Ini akan menjadi penyemangat kami dalam menyokong kemajuan teknologi kelautan hingga siap menaklukan samudera dengan inovasi,” kata Setyo Nugroho yang akrab disapa Yoyok.

Momentum penghargaan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. ITS menilai kebangkitan sektor maritim Indonesia harus didukung melalui penguatan riset, inovasi teknologi, dan pengembangan SDM yang berkelanjutan.

Kontribusi ITS dalam pengembangan sektor maritim juga disebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, serta perlindungan ekosistem laut.

Editor: IJS