Telkomsel Tes Jaringan di Jalur KRL hingga KAJJ, Komuter Jabotabek Makin Sulit Lepas dari Internet

Petugas Telkomsel melakukan pengujian kualitas jaringan di jalur KRL Commuter Line dan KAJJ wilayah Jabotabek dan Bogor-Sukabumi. Foto: Dok. Telkomsel.
Petugas Telkomsel melakukan pengujian kualitas jaringan di jalur KRL Commuter Line dan KAJJ wilayah Jabotabek dan Bogor-Sukabumi. Foto: Dok. Telkomsel.

Harnas.id, JAKARTA – Tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek membuat kebutuhan konektivitas internet selama perjalanan semakin tidak bisa dipisahkan dari aktivitas harian. Menjawab kondisi tersebut, Telkomsel melakukan pengujian dan optimalisasi jaringan di sejumlah jalur KRL Commuter Line serta Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan total lintasan pengujian mencapai sekitar 140 kilometer.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelanggan tetap dapat menikmati koneksi internet yang stabil saat melakukan aktivitas digital di perjalanan, mulai dari bekerja, mengakses media sosial, hingga kebutuhan komunikasi harian. Jalur kereta dinilai menjadi salah satu titik dengan lonjakan trafik data paling tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pengujian pertama dilakukan pada jalur KRL Green Line Commuter Line Jabodetabek dengan rute Rawabuntu hingga Rangkasbitung. Jalur sepanjang sekitar 35 hingga 40 kilometer tersebut menjadi salah satu koridor dengan tingkat pergerakan penumpang yang padat setiap harinya.

Dari hasil drive test yang dilakukan Network Area Jabotabek Jabar Telkomsel, trafik penggunaan jaringan meningkat signifikan pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Meski demikian, performa jaringan tetap terjaga dengan tingkat Good Coverage mencapai lebih dari 96 persen.

Selain jalur Rawabuntu–Rangkasbitung, Telkomsel juga melakukan pengujian jaringan pada lintasan KRL Cawang–Bogor. Koridor ini dikenal sebagai salah satu jalur utama komuter dengan aktivitas pelanggan yang sangat tinggi, khususnya saat jam berangkat dan pulang kerja.

Berdasarkan hasil pengukuran di jalur sepanjang 40 hingga 45 kilometer tersebut, trafik tertinggi terjadi pada pukul 06.00–08.00 WIB dan kembali meningkat pada pukul 17.00–19.00 WIB. Di tengah tingginya penggunaan jaringan, Telkomsel mencatat tingkat Good Coverage tetap berada di atas 96 persen.

Tidak hanya di jalur KRL, pengujian jaringan juga dilakukan pada layanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) rute Bogor–Sukabumi sepanjang 50 hingga 55 kilometer. Jalur ini menjadi salah satu rute dengan pertumbuhan mobilitas penumpang yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil pengujian menunjukkan cakupan jaringan dengan tingkat Good Coverage lebih dari 91 persen. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan jaringan Telkomsel dalam mendukung kebutuhan digital pelanggan, termasuk di jalur kereta antarkota dan perjalanan menengah.

Vice President Area Network Operations Jabotabek Jabar Telkomsel, Iswandi, mengatakan pengujian jaringan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menjaga kualitas layanan di wilayah dengan mobilitas pelanggan tinggi.

“Pengujian jaringan yang Telkomsel lakukan merupakan bagian dari komitmen strategis perusahaan dalam menjaga keandalan jaringan di wilayah Jabotabek dan sekitarnya, khususnya pada koridor transportasi dengan mobilitas pelanggan yang tinggi. Melalui pendekatan berbasis data dan pengujian langsung di lapangan, kami memastikan kapasitas dan kualitas jaringan tetap optimal agar pelanggan dapat menikmati konektivitas yang konsisten, aman, dan nyaman sepanjang perjalanan mereka,” ujar Iswandi.

Menurutnya, pola aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital membuat operator telekomunikasi harus mampu menjaga kualitas jaringan secara konsisten, terutama pada area publik dengan kepadatan tinggi seperti transportasi massal.

Melalui optimalisasi jaringan yang dilakukan di sejumlah jalur KRL dan KAJJ tersebut, Telkomsel berharap pengalaman digital pelanggan selama perjalanan tetap nyaman dan produktif, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan konektivitas yang andal di berbagai kondisi mobilitas masyarakat.

Editor: IJS