Harnas.id, JATINANGOR – Program Sarjana Terapan di bawah Sekolah Vokasi (SV) Universitas Padjadjaran (Unpad) terus menunjukkan daya tarik tinggi di kalangan calon mahasiswa. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, sejumlah program studi vokasi Unpad mencatat tingkat persaingan yang sangat kompetitif dengan rasio penerimaan yang relatif kecil dibanding jumlah peminat.
Data SNBT 2026 memperlihatkan tingkat keketatan seleksi masuk SV Unpad berada pada kisaran 0,84 persen hingga 4,16 persen. Dengan kata lain, dari setiap 100 peserta yang mendaftar, hanya sekitar satu hingga lima orang yang berhasil memperoleh kursi di program studi yang dipilih.
Dekan Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Kurniawan Saefullah, SE., M.Ec., menilai meningkatnya minat terhadap pendidikan vokasi tidak terlepas dari perubahan cara pandang calon mahasiswa dan orang tua dalam menentukan pilihan studi. Menurutnya, masyarakat kini semakin realistis dan mulai melihat pendidikan vokasi sebagai jalur yang relevan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan, kurikulum di Sekolah Vokasi dirancang dengan pendekatan yang lebih aplikatif melalui kegiatan praktikum, laboratorium, teaching factory, magang industri, hingga pembelajaran berbasis proyek.
“Komposisi kurikulum sekolah vokasi didominasi praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mereka mendaftar, mereka umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan dalam mendaftar,” ujar Dr. Kurniawan.
Selain meningkatnya kesadaran terhadap pendidikan vokasi, tingginya angka keketatan juga dipengaruhi sistem pilihan pada SNBT. Akumulasi pendaftar dari pilihan pertama hingga pilihan keempat membuat jumlah peminat meningkat signifikan, sementara kapasitas penerimaan tetap terbatas.
Menurut Dr. Kurniawan, daya tampung mahasiswa baru baik pada program Sarjana maupun Sarjana Terapan tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Secara umum, daya tampung mahasiswa baik untuk prodi Sarjana maupun Sarjana Terapan, dibatasi dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Namun demikian, untuk beberapa prodi yang masih kurang ideal rasio dosen dan mahasiswanya, sedang dipertimbangkan untuk menambah daya tampung di masa yang akan datang,” jelasnya.
Di tengah tingginya minat masyarakat, Sekolah Vokasi Unpad juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan dunia kerja. Saat ini kampus tersebut tengah mengkaji sejumlah program studi baru yang dinilai memiliki prospek tinggi di masa depan.
Beberapa bidang yang masuk dalam kajian antara lain Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, industri kesehatan, hingga program-program yang memiliki tingkat employability tinggi sesuai perkembangan kebutuhan industri.
Meski Sekolah Vokasi Unpad belum memiliki lulusan sendiri karena merupakan hasil penggabungan berbagai program Sarjana Terapan dari delapan fakultas, rekam jejak lulusan program-program tersebut menunjukkan tingkat serapan kerja yang cukup tinggi.
Dr. Kurniawan menjelaskan bahwa lulusan dari sejumlah program studi telah banyak terserap di dunia kerja dalam waktu relatif singkat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Sebagai contoh, dari isian tracer study alumni Kearsipan Digital yang lulus antara 2022-2024, 100% telah terserap di dunia kerja paling lama 6 bulan setelah lulus. Untuk prodi Manajemen Produksi Media, keterserapannya mencapai 93% dalam 6 bulan setelah lulus,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan industri terhadap lulusan vokasi juga terlihat pada Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok. Bahkan sejumlah mahasiswa telah memperoleh peluang kerja sejak menjalani program magang.
“Bahkan, mahasiswa prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok sudah diminta oleh calon pengguna sejak mereka magang. Jadi dapat dikatakan, 100% mahasiswanya berpotensi diserap dunia kerja segera setelah lulus kuliah,” ujar Dr. Kurniawan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata hasil tracer study dan tidak serta-merta menggambarkan seluruh lulusan memiliki kondisi yang sama.
“Namun perlu digarisbawahi, data keterserapan tersebut didasarkan pada rata-rata lulusan sehingga tidak berarti tidak ada lulusan yang belum atau tidak terserap,” katanya.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Sekolah Vokasi Unpad juga mulai memperluas penguasaan bahasa asing selain Bahasa Inggris. Mahasiswa kini didorong mempelajari Bahasa Arab, Mandarin, dan Jepang sebagai bekal menghadapi pasar kerja global.
Kesempatan memperoleh pengalaman internasional juga terus diperluas. Program magang tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau sejumlah negara di kawasan Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Taiwan.
Bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP maupun SNBT, peluang masuk ke Sekolah Vokasi Unpad masih terbuka melalui Seleksi Mandiri Unpad yang dijadwalkan berakhir pada 2 Juni 2026.
Dr. Kurniawan mengingatkan calon mahasiswa agar tidak hanya mempertimbangkan popularitas program studi, tetapi juga kesesuaian dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.
“Pilihlah prodi yang paling sesuai dengan minat dan passion, pelajari kurikulum masing-masing prodi, sesuaikan latar belakang akademik dan kemampuan dengan prodi yang akan dipilih,” ujarnya.
Ia juga menyarankan calon mahasiswa memperhatikan peluang magang, kesempatan membangun jaringan profesional selama kuliah, serta pengalaman memperoleh kombinasi hard skills dan soft skills yang dibutuhkan dunia kerja.
“Proyeksikan diri kalian ke lembaga atau industri yang akan kalian dambakan saat lulus nanti,” ujarnya.
Data Rasio Keketatan Seleksi Masuk Sekolah Vokasi Unpad pada SNBT 2026
- Kebidanan
- Peminat: 1.782
- Diterima: 15
- Keketatan: 0,84%
- Administrasi Pemerintahan
- Peminat: 2.046
- Diterima: 22
- Keketatan: 1,08%
- Bisnis Internasional
- Peminat: 2.121
- Diterima: 30
- Keketatan: 1,41%
- Pemasaran Digital
- Peminat: 1.291
- Diterima: 19
- Keketatan: 1,47%
- Teknologi Industri Kimia
- Peminat: 1.186
- Diterima: 18
- Keketatan: 1,52%
- Kearsipan Digital
- Peminat: 968
- Diterima: 15
- Keketatan: 1,55%
- Bahasa dan Budaya Tiongkok
- Peminat: 1.075
- Diterima: 17
- Keketatan: 1,58%
- Bisnis Logistik
- Peminat: 1.349
- Diterima: 24
- Keketatan: 1,78%
- Akuntansi Perpajakan
- Peminat: 2.175
- Diterima: 45
- Keketatan: 2,07%
- Administrasi Keuangan Publik
- Peminat: 1.289
- Diterima: 27
- Keketatan: 2,09%
- Manajemen Produksi Media
- Peminat: 1.785
- Diterima: 38
- Keketatan: 2,13%
- Agroteknopreneur
- Peminat: 1.261
- Diterima: 34
- Keketatan: 2,70%
- Pariwisata Bahari
- Peminat: 1.423
- Diterima: 53
- Keketatan: 3,72%
- Akuntansi Sektor Publik
- Peminat: 937
- Diterima: 39
- Keketatan: 4,16%
Editor: IJS











