Gempa Sulawesi Tengah Belum Usai, Ribuan Warga Terdampak dan Kerusakan Terus Didata

Bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah. Foto: BNPB
Bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah. Foto: BNPB

Harnas.id, PALU – Dampak gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) masih dirasakan di sejumlah daerah hingga Rabu (17/6). Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait terus melakukan penanganan darurat sambil memperbarui data korban maupun kerusakan yang terjadi di lapangan.

Hingga Rabu malam pukul 19.20 WIB, proses asesmen masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Data yang masuk menunjukkan jumlah warga yang terkena dampak gempa terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan petugas.

Berdasarkan laporan sementara, wilayah terdampak meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Dari hasil pendataan yang telah dihimpun, sedikitnya 2.012 kepala keluarga atau 6.458 jiwa tercatat terdampak akibat bencana tersebut.

Jumlah terbesar berada di Kabupaten Sigi dengan 1.991 kepala keluarga atau 6.418 jiwa terdampak. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 21 kepala keluarga atau 40 jiwa terdampak. Adapun data dari wilayah lain masih terus diperbarui karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.

Korban Jiwa dan Luka Masih Diverifikasi

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan korban luka. Hingga saat ini, tercatat satu warga meninggal dunia di Kabupaten Sigi.

Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 79 orang yang terdiri dari 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan. Sebagian besar korban berasal dari Kabupaten Sigi dengan rincian 15 luka berat dan 61 luka ringan.

Selain di Sigi, satu korban luka ringan dilaporkan terjadi di Kabupaten Poso dan dua korban luka ringan lainnya berada di Kota Palu. Pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk memastikan akurasi data korban yang masuk dari berbagai wilayah.

Ribuan Rumah Alami Kerusakan

Kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada satu wilayah. Hingga saat ini, sedikitnya 1.456 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Rinciannya, sebanyak 1.378 rumah rusak ringan berada di Kabupaten Sigi, 63 rumah di Kota Palu, dan 15 rumah di Kabupaten Poso.

Selain itu, terdapat 112 rumah rusak sedang dan 47 rumah rusak berat yang seluruhnya berada di Kabupaten Sigi. Di Kabupaten Parigi Moutong, sedikitnya 15 rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan atau terdampak gempa, meski pendataan masih terus dilakukan.

Fasilitas Umum Turut Terdampak

Dampak gempa juga menjalar ke berbagai fasilitas umum dan sarana pendukung aktivitas masyarakat.

Data sementara mencatat kerusakan pada:

  • 35 fasilitas ibadah
  • 10 fasilitas pendidikan
  • 11 gedung perkantoran
  • 2 jembatan
  • 5 UMKM
  • 4 hotel
  • 1 villa
  • 1 gedung pertemuan
  • 1 rumah adat

Sebagian besar kerusakan fasilitas tersebut berada di Kabupaten Sigi. Di daerah ini tercatat 34 fasilitas ibadah, 10 sekolah, delapan gedung perkantoran, satu jembatan, empat UMKM, dua jaringan air bersih, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat mengalami dampak akibat gempa.

Sementara itu, Kota Palu melaporkan kerusakan pada satu fasilitas ibadah, tiga gedung perkantoran, satu jembatan yang mengalami keretakan, satu tempat usaha, empat hotel, serta satu villa.

Di Kabupaten Poso, gempa juga menyebabkan sejumlah titik pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso mengalami amblas sehingga mengganggu akses transportasi.

Sejumlah Kendala Masih Dihadapi

Di tengah proses penanganan darurat, petugas masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Salah satunya terjadi di Kabupaten Poso.

Akses menuju Kecamatan Lore Utara hingga kini belum dapat dijangkau secara optimal akibat terputusnya jaringan komunikasi. Keterbatasan personel serta sarana transportasi juga membuat proses asesmen dan pendataan belum berjalan maksimal.

Sementara di Kota Palu, Jembatan Palu III masih ditutup sementara setelah ditemukan keretakan pada struktur bangunan. Saat ini pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi juga dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Di sektor kesehatan, sejumlah tenda darurat telah didirikan di area rumah sakit untuk mendukung pelayanan medis.

Pasien yang sebelumnya dievakuasi akibat gempa juga mulai dikembalikan secara bertahap ke ruang perawatan setelah kondisi dinilai lebih aman.

Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama tujuh hari.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026 yang berlaku sejak 17 hingga 23 Juni 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sigi juga sedang mempersiapkan penetapan status darurat bencana selama 14 hari guna mempermudah proses penanganan dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Bantuan dan Kebutuhan Mendesak

Berbagai langkah penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah dan unsur terkait. Mulai dari asesmen cepat, pendirian posko, distribusi bantuan logistik, hingga pelayanan kesehatan darurat.

Selain itu, petugas juga masih melakukan verifikasi terhadap data korban maupun kerusakan yang dilaporkan dari berbagai wilayah.

Saat ini kebutuhan mendesak di lapangan meliputi logistik kebencanaan, terpal untuk menutup bangunan yang rusak, serta tambahan tenda darurat guna mendukung pelayanan masyarakat, terutama di fasilitas kesehatan.

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Rabu (17/6) pukul 12.17 WITA, telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara M4,0 hingga M4,2.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, maupun pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Editor: IJS