Harnas.id, JAKARTA – PT Arkadia Digital Media Tbk, perusahaan induk media digital Suara.com, menutup tahun buku 2025 dengan catatan positif. Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 45,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus melanjutkan tren peningkatan kinerja yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Capaian tersebut disebut tidak terlepas dari proses transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan selama lima tahun terakhir. Di tengah perubahan perilaku audiens, perkembangan teknologi digital, hingga pergeseran model bisnis media, Arkadia memilih melakukan adaptasi agar tetap mampu tumbuh di industri yang berubah sangat cepat.
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada sisi bisnis, tetapi juga menyentuh pola kerja sumber daya manusia di industri media. Profesi yang sebelumnya identik dengan aktivitas jurnalistik kini berkembang ke berbagai bidang baru seiring munculnya kebutuhan dalam ekosistem digital.
Sejumlah jurnalis, redaktur, hingga editor kini turut menjalankan berbagai peran lain, di antaranya:
- Kreator media sosial.
- Editor video.
- Pendamping komunitas.
- Peneliti.
- Afiliator.
Transformasi tersebut dinilai menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan sekitar 15 tahun lalu. Saat itu, profesi jurnalis lebih banyak berfokus pada produksi berita, sementara kini tuntutan industri mengharuskan pekerja media memiliki kemampuan lintas bidang.
Di sisi lain, perusahaan menilai aktivitas jurnalistik tetap menjadi fondasi utama media, meski secara bisnis menghadapi tantangan yang tidak ringan. Biaya produksi karya jurnalistik yang berkualitas dinilai semakin besar, sementara pendapatan dari aktivitas jurnalistik saja belum mampu menopang keseluruhan operasional perusahaan media.
Karena itu, aktivitas nonjurnalistik kini menjadi salah satu penopang keberlanjutan bisnis media digital. Meski demikian, fungsi jurnalistik tetap dipertahankan dengan fokus pada konten yang memiliki nilai tambah dan tidak mudah ditemukan di media sosial.
Jenis konten yang menjadi fokus pengembangan antara lain:
- Laporan mendalam.
- Konten explainer.
- Inside story.
- Konten niche dengan nilai jual khusus.
Menurut perusahaan, arah industri media saat ini bergerak menuju pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Model tersebut dipandang sebagai salah satu strategi menghadapi perubahan konsumsi informasi masyarakat.
Perseroan juga menilai perkembangan teknologi berpotensi melahirkan konsep Invisible Media, yakni kondisi ketika media tidak lagi bergantung pada situs web atau akun media sosial sebagai pusat distribusi informasi.
Dalam konsep tersebut, informasi diproyeksikan hadir langsung ke berbagai perangkat yang digunakan masyarakat, seperti telepon pintar, jam tangan pintar, kendaraan, hingga perangkat berbasis smart speaker. Informasi akan disajikan secara otomatis dengan dukungan teknologi AI, data, dan Generative Engine Optimization (GEO) yang semakin berkembang.
Perusahaan menilai, ketika ekosistem tersebut semakin matang, kebutuhan terhadap konten jurnalistik yang kredibel justru akan meningkat. Informasi yang telah melalui proses verifikasi serta peliputan langsung di lapangan dipandang akan menjadi nilai utama di tengah derasnya arus konten digital berbasis AI.
Sebagai perusahaan terbuka dengan sekitar 40 persen saham dimiliki publik, Arkadia Digital Media juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi melalui penyampaian laporan keuangan serta pelaksanaan berbagai program yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Perseroan menyebut, sejak berdiri hingga saat ini belum pernah menjalankan program pengurangan karyawan. Manajemen optimistis perusahaan masih memiliki ruang pertumbuhan selama mampu beradaptasi terhadap perubahan industri.
Untuk mendukung strategi tersebut, perusahaan menetapkan enam fokus pengembangan bisnis pada tahun ini, yakni:
- Optimasi dan refocusing media di bawah jaringan Arkadia Digital Media, seperti Suara.com, MataMata.com, Dewiku.com, TheIndonesia.id, HiTekno.com, dan media lainnya.
- Pengembangan program baru berbasis ekosistem digital, komunitas, dan media sosial yang saat ini mengelola 146 akun.
- Peningkatan kerja sama dengan platform global seperti Meta, Google, platform AI, serta jaringan afiliator.
- Pengembangan layanan berbasis media sosial, homeless media, influencer, dan kreator konten melalui platform Yoursay.id.
- Penguatan komunitas berbasis Intellectual Property (IP), mulai dari UMKM, kampus, media lokal, sekolah, hingga komunitas masyarakat.
- Perluasan bisnis event, manajemen Key Opinion Leader (KOL), digital agency, riset berbasis AI, layanan informasi personal, hingga pengembangan Generative Engine Optimization (GEO).
Melalui strategi tersebut, Arkadia Digital Media menargetkan pengembangan model bisnis yang menggabungkan kekuatan konten, teknologi, komunitas, dan monetisasi digital. Konsep itu disebut sebagai langkah menuju ekosistem digital terpadu yang tetap menjadikan jurnalistik sebagai fondasi utama dalam menghadirkan informasi yang terpercaya.
Editor: IJS











